www.bisnistoday.co.id
Selasa , 30 Juni 2026
Home EKONOMI Petani Sawit Berkeluh Kesah ke Presiden Jokowi
EKONOMI

Petani Sawit Berkeluh Kesah ke Presiden Jokowi

KOMODITAS Kelapa Sawit merupakan andalan sektor perkebunan dan perekonomian nasional.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Para petani kelapa sawit mengirimkan surat terbuka untuk berkeluh kesah kepada Presiden Joko Widodo terkait pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku sawit. Hari ini, bahkan petani sawit bakal melakukan aksi massa untuk meminta peninjauan ulang aturan penghentian ekspor kelapa sawit.

Tolen Ketaren Ketua Umum Sawitku Masa Depanku (Samade) dalam surat terbukanya mengaku tidak tahu lagi mau memulai dari mana untuk menyampaikan unek-uneknya. 

“Kami, 14 ribuan kepala keluarga petani kelapa sawit yang tergabung dalam organisasi Sawitku Masa Depanku (Samade) di 11 provinsi di Indonesia, sudah tak lagi bisa membendung air mata melihat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kami membusuk di dalam bak-bak truk pengangkut yang antri mengular lantaran pabrik sudah tidak mau lagi menerima TBS,” ungkap Tolen dalam keteranganya di Jakarta, Senin (16/5). 

Tidak hanya Samade, menurut Tolen, komunitas petani sawit swadaya lainnya merasakan hal yang sama. Petani hanya bisa memandangi TBS yang perlahan membusuk, dan itu tidak hanya di bak-bak truk itu lagi, tapi juga saksikan pohon-pohon kelapa sawit di kebun. “Sebab mau tak mau kami harus berhenti memanen sawit itu lantaran sudah tidak laku akibat dari larangan ekspor yang Bapak buat sejak tanggal 28 April 2022 lalu,” terangnya.  

Dari total 16,38 juta hektar kebun kelapa sawit di Negara kita tercinta ini, menurut Tolen, sebanyak 42% adalah kebun petani lokal, dan hanya 5% diantaranya petani plasma atau KKPA. “Itu berarti, apapun kebijakan yang dibuat oleh negara terkait kelapa sawit, pasti akan berdampak kepada kami,” tuturnya. 

Belum lagi, lanjut Tolen, harga pupuk naik hingga 300%, Pungutan Ekspor (PE) membengkak hingga 500% dan petani terdiam. Kebun-kebun tiba-tiba diklaim masuk dalam kawasan hutan begitupun petani terdiam. “Kami kemudian tidak bisa menikmati Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang duitnya notabene dari hasil PE, kami diam saja. Uang PE yang kemudian dipakai untuk mensubsisi bahan bakar mesin-mesin diesel dalam program B30, kami diam saja,” keluhnya. 

“Sepanjang masih bisa menahan meski beban terasa sangat berat, petani tidak pernah dan memang tidak mau usil dan mengeluh. Sebab kami sudah terbiasa hidup mandiri, sesakit apapun itu,” ucapnya. 

Tolen dalam suratnya mengatakan, seharusnya Presiden Jokowi bangga kepada petani lokal, kepada rakyat yang bermental petarung ini. Rakyat telah memberikan devisa hingga 42% dari Rp510 triliun total devisa pada 2021, dan demikian juga 42% dari total Rp156 Triliun Bea Keluar (BK) dan PE yang ada. 

“Tapi boro-boro bangga, hanya gara-gara pembantu Bapak tidak becus mengurusi kebutuhan minyak goreng dalam negeri, Bapak korbankan kami dengan membuat keputusan yang bagi kami teramat sadis; menyetop ekspor RBDP Oil, RBDP Olein dan CPO,” tukasnya. 

Di sisa tenaga kami yang ada, dalam keterangan Tolen, di sisa kesabaran para petani yang semakin menipis, di sisa semangat juang yang mulai menurun, Samade hanya berharap Presiden Jokowi ingat bahwa petani juga adalah rakyat, dan telah ikut membangun negeri ini. 

“Lantaran itu pula, sepuluh jari sebelas dengan kepala, kami minta dengan hormat agar Bapak segera membuka kembali kran ekspor itu,” ujarnya. 

Meski begitu, apabila para petani sawit masih harus terus merasakan derita ini sampai kelak mati, hanya bisa berucap pasrah. “Ini akan menjadi sejarah baru, bahwa oleh kebijakan yang Bapak Jokowi lakukan, migor ternyata tetap saja mahal dan kami harus membayar dengan sangat mahal kebijakan yang Bapak buat itu,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...