JAKARTA, Bisnistoday – Komunitas Pelaku usaha industri bidang perkayuan dunia bakal berkumpul di LIGNA Hanover, Jerman pada 26-30 Mei 2025 nanti. LIGNA Hanover sebagai ajang bertukar informasi mengenai teknologi, produksi, serta pasar dunia yang bergerak dinamis.
“Pelaku usaha Indonesia bisa mengikuti pertemuan bisnis dibalut dengan pameran perkayuan di LIGNA Hanover, untuk saling bertukar pengalaman, peluang pasar serta update perkembangan teknologi perkayuan tingkat global,” terang Paula Yahya, Managing Director Representative Indonesia penyelenggara pameran LIGNA di Jakarta, Jumat (14/2).
Paula mengatakan, LIGNA Hanover ini bakal diikuti lebih dari 1200 peserta yang telah terkonfirmasi. Pelaksanaan tahun 2023 lalu, diikuti 1300 peserta, dan masih ada waktu beberapa bulan dan diperkiraka bisa diatas sebelumnya. “Ini menjadi ajang penting, bagi industri perkayuan global khususnya Indonesia.”
Paula mengatakan, pertemuan komunitas industri perkayuan ini akan dikunjungi mayoritas pebisnis diluar Jerman. LIGNA Hanover merupakan momentum untuk melihat langsung berbagai peralatan, permseian dan sistem tercanggih untuk pengerjaan dan pemrosesan kayu. “Sekitar dua pertiga peserta pemeran serta pengunjung berasal dari luar Jerman saat ajang ini,” ujar Paula Yahya.
Hendrik Rawe, dari DEUTSCHE Messe menguraikan, tingginya minat para pelaku industri dunia ini, merupakan cermin dari keseriusan perbisnis industri perkayuan global. Fokus dari LIGNA yakni berjejaring penuh secara digital, adopsi ekonomi sirkuler, dan pengembangan produk perkayuan global.
“Para pelaku industri utama bakal hadir di LIGNA Hanover 2025. Kegiatan ini merupakan panggung kolaborasi, inovasi dan pertumbuhan industri perkayuan.”/




