JAKARTA, Bisnistoday – Stadion NRG Houston pada Minggu (Senin WIB, dini hari nanti) akan menjadi arena pertandingan penyisihan Piala Dunia Grup E antara Jerman vs Curacao.
Pertandingan ini akan menjadi sebuah laga antargenerasi, antara Dick Advocaat, pelatih tertua yang pernah melatih di Piala Dunia, dan Julian Nagelsmann, pelatih termuda di edisi gelaran kali ini.
Advocaat, 78 tahun, akan memulai debut Piala Dunianya sebagai pelatih Curacao dan akan memecahkan rekor yang dipegang oleh Otto Rehhagel dari Jerman, yang berusia 71 tahun ketika melatih Yunani di Piala Dunia 2010.
Pelatih veteran Belanda ini akan berhadapan dengan Nagelsmann, 38 tahun, seorang pemain muda berbakat di sepak bola Eropa yang memulai debutnya sebagai pelatih Hoffenheim pada tahun 2016, ketika ia baru berusia 28 tahun.
Uniknya, profil tim nasional mereka sangat berbeda. Advocaat memimpin tim debutan Piala Dunia, sementara Nagelsmann memimpin tim raksasa sepak bola dunia dengan empat gelar, sama banyaknya dengan Italia dan hanya satu gelar lebih sedikit dari Brasil.
Pertandingan di Stadion NRG Houston, sebuah stadion beratap yang dilengkapi dengan pendingin udara dan terlindungi dari suhu luar lebih dari 35 derajat Celcius, juga akan mewakili benturan filosofi.
Beda Gaya
Advocaat datang ke Amerika Serikat dengan karier mentereng yang membentang lebih dari empat dekade di level elite sepak bola, baik di tingkat klub maupun tim nasional.
Ia pernah melatih Timnas Belanda dalam beberapa periode, membawa mereka ke perempat final Piala Dunia 1994 dan semifinal Piala Eropa 2004, dan juga pernah melatih tim nasional seperti Korea Selatan, Belgia, Rusia, Serbia, Uni Emirat Arab, dan Irak.
Di level klub, ia meninggalkan jejaknya di PSV Eindhoven, Glasgow Rangers, Zenit Saint Petersburg, Fenerbahce, dan Sunderland, memenangkan liga domestik dan gelar internasional, termasuk Piala UEFA 2008 dan Piala Super UEFA bersama Zenit.
Sebagai pelatih Caracao yang dianggap tim gurem di Piala Dunia ini, ia akan mengandalkan gaya sepak bolanya yang pragmatis, terorganisir, dan solid, dengan system pertahanan yang dirancang untuk memaksimalkan sumber daya yang terbatas.
Sebaliknya, menurut Mundo Deportivo, Nagelsmann adalah simbol dari jenis sepak bola yang sangat berbeda: cair, fleksibel, dengan perhatian besar pada data, teknologi, dan pola pikir menyerang.
Pelatih asal Jerman ini dikenal di Bundesliga bersama Hoffenheim dan RB Leipzig sebelum pindah ke Bayern Muenchen.
Kariernya dibangun di sekitar gagasan seorang pelatih-strategis, hampir seperti laboratorium dalam pendekatannya, mampu mengoptimalkan skuad yang sangat berbeda dan mengelola ruang ganti yang penuh dengan bintang-bintang besar.
Di Piala Dunia tahun ini, ia menghadapi tantangan untuk mengangkat lagi pamor Jerman yang dilanda beberapa kemunduran Piala Dunia baru-baru ini dan dengan skuad yang, meskipun jauh berbeda dari generasi sebelumnya, tetap mampu bersaing dengan tim-tim elite lainnya.
Di fase penyisihan Grup E, selain Curacao, Jerman bakal menghadapi dia tim kuat Ekuador dan Pantai Gading. Kemenangan atas Cucuraco, tentunya menjadi modal bagi Tim Panser untuk melakoni laga selanjutnya.//

