www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Proyek Infrastruktur Senilai Rp212,52 Triliun Ditawarkan Swasta
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Proyek Infrastruktur Senilai Rp212,52 Triliun Ditawarkan Swasta

Kementerian PUPR segera menjalankan sebanyak 14 proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk tahun anggaran 2023.

Proyek KPBU Jalan Papua
Proyek KPBU Jaringan Air Baku
Proyek KPBU Bendungan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) menargetkan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp212,52 Triliun pada tahun 2023. Proyek yang bakal digelar sebanyak 14 unit pekerjaan.

“Pada TA 2023, Kementerian PUPR melalui DJPI menargetkan 14 proyek KPBU senilai Rp73,93 triliun dalam Tahap Penyiapan dan 17 proyek KPBU senilai Rp138,41 triliun dalam Tahap Transaksi,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Herry Trisaputra Zuna dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (25/1).

Ia menguraikan,  pada tahap penyiapan, terdiri dari 3 proyek SDA senilai Rp20,74 triliun, 4 proyek Jalan dan Jembatan senilai Rp34,55 triliun, 6 proyek Permukiman senilai Rp17,91 triliun, serta terdapat 1 proyek Perumahan senilai Rp730 miliar.

Kemudian, pada Tahap Transaksi terdiri dari 5 proyek SDA senilai Rp11,72 triliun, 2 proyek Jalan dan Jembatan senilai Rp70,44 triliun, 4 proyek Permukiman senilai Rp13,22 triliun, dan 6 proyek Perumahan senilai Rp43,21 triliun.

“Adapun realisasi keuangan pada TA 2022 mencapai 85,31% dengan realisasi fisik sebesar 85,94%. Kemudian, pada TA 2023 ini porsi DJPI pada Pagu Anggaran 2023 (BA.033) sebesar Rp165,9 miliar,” jelas Herry.

Sementara, pada tahun 2022, DJPI telah mengerjakan 27 proyek KPBU senilai Rp269,78 triliun dalam Tahap Penyiapan dan 7 proyek KPBU senilai Rp68,96 triliun dalam Tahap Transaksi.

Pembiayaan Perumahan

Herry juga menambahkan, Kementerian PUPR melalui DJPI juga terus menargetkan bantuan pembiayaan perumahan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan total 232.072 unit pada TA 2023. Target tersebut nantinya tidak hanya diwujudkan melalui bantuan pembiayaan perumahan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) saja, tetapi juga melalui skema Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Total target berasal dari penjumlahan skema FLPP sebanyak 220.000 unit dengan alokasi anggaran sebesar Rp25,18 triliun dan skema Tapera sebanyak 12.072 unit dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,05 triliun,” kata Herry.

Herry menambahkan, skema FLPP TA 2023 juga akan didampingi dengan program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan total 220.000 unit sebesar Rp0,89 Triliun dan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp 3,46 triliun untuk pembayaran penerbitan KPR di tahun-tahun sebelumnya sebanyak 754.004 unit.

Sehingga, lanjut Herry, total target penyaluran bantuan pembiayaan perumahan pada TA 2023 sebesar Rp29,53 triliun yang bersumber dari APBN dan Rp 1,05 triliun bersumber dari dana masyarakat.

“Untuk total capaian bantuan pembiayaan perumahan pada TA 2022 sebanyak 237.886 unit, senilai Rp29,11 triliun dan mencapai 99,25% dari target pada TA 2022 sebanyak 239.672 unit senilai Rp29,21 triliun,” tutur Herry./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Cenli Yani Direktur Didimax
Ekonomi & Bisnis

Peluang Emas Belajar Trading Forex Tanpa Biaya di Didimax untuk Literasi Keuangan yang Lebih Baik

JAKARTA, Bisnistoday,- Langkah besar diambil oleh Didimax dalam memperkuat fondasi literasi keuangan...

Wamenaker Afriasyah Noor
HEADLINE NEWSNasional

Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja...

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Utang Negara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bayang-Bayang “Debt Wall” 2026: Ujian Berat Fiskal Indonesia Saat Gejolak Global

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan menjelang tahun...