www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Januari 2026
Home EKONOMI Regulasi Investasi Properti Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
EKONOMI

Regulasi Investasi Properti Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

properti Kota Jakarta
Social Media

JAKARTA,Bisnistoday – Salah satu fokus pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu mendorong realisasi penanaman modal industri melalui sektor properti di Tanah Air. Langkah strategis ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas regulasi kepemilikan pada pengembangan sektor properti serta dapat juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru. 

“Harus ada pengaturan pemberian izin bagi investor yang akan membeli properti di Indonesia. Hal tersebut akan dimasukkan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja.”

Sofyan Djalil

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil dalam acara Webinar Regulasi Kepemilikan Properti oleh Asing, yang dilaksanakan PT Independent Research & Advistory Indonesia (IRAI) pada Rabu (5/8).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Sofyan A. Djalil menyebutkan harus ada pengaturan pemberian izin bagi investor yang akan membeli properti di Indonesia. Hal tersebut akan dimasukkan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja. 

Sofyan A. Djalil juga menegaskan harus ada yang diperbaiki sehingga regulasi dapat diubah agar iklim investasi properti di Indonesia berkembang. “Oleh karena itu kita sama-sama sebagai stakeholder harus melihat juga bagaimana RUU Cipta Kerja itu berjalan. Karena Presiden dan pemerintah sangat concern terhadap ini. Dan kita punya kesepahaman yang sama,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan jika RUU Cipta Kerja dibuat bukan hanya untuk kemudahan investasi saja, namun juga untuk peningkatan lapangan kerja. “RUU Cipta Kerja ini dapat mendorong terbentuknya lapangan pekerjaan baru, dengan dimudahkannya orang berinvestasi secara tidak langsung itu membuka lapangan pekerjaan yang baru,” ungkapnya.

Tujuan Investasi Asing

Pada kesempatan yang sama Executive Director Jakarta Property Institute, Wendy Haryanto, mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi yang cukup menarik dan patut diperhitungkan. “Saat saya berdiskusi dengan salah satu investor asing, mereka menjelaskan bahwa daya tarik Indonesia karena memiliki populasi yang tinggi dan banyak anak muda di dalamnya sehingga negara Indonesia dipercaya akan terus berkembang,” ujarnya. 

Sementara, Lin Che Wei, selaku Founder dan CEO IRAI menjelaskan jika kegiatan ini dilaksanakan untuk berdiskusi bersama sebagai upaya menghasilkan masukan, guna mencapai strategi dan kebijakan untuk menarik investasi pada sektor properti di Indonesia. Sehingga dapat membantu meningkatkan efektivitas regulasi kepemilikan pada pengembangan sektor properti serta dapat juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Kemensos Tandatangani MoU Pemberdayaan Keluarga Penerima Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Sosial (Kemensos) menandatangani nota...

Aliansi Ekonom Indonesia
EKONOMI

Aliansi Ekonom Indonesia Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas Hadapi Tekanan Ekonomi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) mendesak pemerintah untuk segera mengambil...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kopdes Panggung Gen Z untuk Berbisnis

JAKARTA, Bisnistoday – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi panggung yang sangat...

PetroChins Jabung
EKONOMI

PetroChina Tancap Gas Awal 2026, Mulai Program Pengeboran di WK Jabung

TANJUNG JABUNG BARAT — Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali ditunjukkan PetroChina...