www.bisnistoday.co.id
Kamis , 18 Juni 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Resensi Film ‘It Ends With Us’: Merajut Surga yang Hilang
Rona & Film

Resensi Film ‘It Ends With Us’: Merajut Surga yang Hilang

Social Media

Oleh Sabpri Piliang, Wartawan Senior

TUJUAN utama logika, mengembangkan pemikiran yang jernih. Menjadikan seseorang, untuk mampu membedakan kebenaran dan kepalsuan”.

Cinta sering kali palsu. Tidak semua. Cinta sejati, pun bisa ditemukan di sekitar kita. Cinta sejati dapat di-tamsilkan dengan sekumpulan angsa. Sekumpulan Angsa Hitam yang berenang di Telaga. Maka, kita akan ber-konklusi, di sana semua Angsa berwarna Hitam.

Lalu, seperti apa cinta palsu? Semua mata tertuju pada Telaga lainnya. Sekumpulan Angsa putih tengah berenang. Tapi, di sela-sela itu ada seekor Angsa berwarna Hitam. Tersembunyi, di balik kumpulan Angsa putih. Tak terlihat. Ketika kita mengatakan, semua Angsa berwarna putih. Itulah kepalsuan.

Menyaksikan film It Ends With Us (Akhir di Antara Kita), yang dibintangi artis cantik Blake Lively (sebagai Lily Bloom), Justin Baldoni (Ryle Kincaid), Brandon Sklenar (Atlas Corrigan), saya teringat dengan filsuf dan penulis Perancis Antoine Arnauld (1612-1694).

Dalam bukunya “The Art of Thinking“, mengingatkan. Setiap kita harus waspada terhadap kebenaran dan kepalsuan. Keduanya sering bercampur, dan samar. Selalulah jernih dan tidak mudah tergoda akan baiknya seseorang. Kebaikan dan kelembutan seseorang, acapkali palsu.

Cinta sejati, tak akan pernah ‘melentikan’ (menampar), pun dengan satu jari sekalipun. Untuk menyakiti kekasih, atau Isterinya. Bila itu terjadi, ada kepalsuan yang terselip di sana. Film “It Ends With Us”, yang baru tayang perdana di Jakarta kemarin (16 Agustus 2024), bisa dikatakan meng-adaptasi karakter tersebut.

Berhati-hatilah dengan kebaikan dan keramahtamahan. Setiap kebaikan, itu punya alternatif tujuan. Terbagi dua: positif dan negatif. Saat Dokter ahli bedah saraf tampan Ryle Kincaid berterus terang (outspoken) kepada Lily Bloom (Blake Lively). “Aku mencintaimu”. Itu “pure”, betul ‘sang dokter’ memang jatuh cinta.

Bercermin ke sekumpulan Angsa. Alam bawah sadar Lily Bloom tak menyadari itu. Ketika Ryle Kincaid mendorong Lily Bloom, hingga menggelinding jatuh ke tangga. Maka, itulah sekumpulan Angsa putih di atas Telaga. Terselip seekor Angsa Hitam yang tidak nampak. Kebaikan menyembunyikan keburukan. Kelembutan menyimpan kekerasan.

Film yang juga di-sutradarai oleh Justin Baldoni ini, di-adaptasi dari novel ‘best seller’ karya Penulis Top Collen Hoover, “It Ends With Us” (Atria Book Publisher/2016). Menceritakan pencarian cinta gadis 24 tahun Lily Bloom (Blake Lively), setelah berpisah dari cinta pertamanya semasa sekolah Atlas Corrigan (Brandon Sklenar). Dalam pencarian itulah, Lily bertemu Ryle Kincaid (Justin Baldoni).

Film berdurasi 2 jam dan 10 menit ini, layak ditonton. Collen Hoover yang sepanjang kariernya menulis novel telah terjual 20 juta ‘copy’, adalah garansi. Betapa Hoover memiliki cita rasa karya yang mumpuni.

Jangan pula Heran, sejak film ini pertama tayang 9 Agustus, hingga hari ini. Telah memberi pemasukkan sebesar 80 juta dolar AS (sekitar Rp 1,2 trilyun).

Akhir kisah “It End With Us”, tentu akan memberi rasa penasaran kepada penonton. Sesaat setelah kelahiran putri dari hubungan Lily Bloom dan Ryle Kincaid. Lily berterus terang kepada Ryle. “Aku ingin kita berpisah”.

Sekalipun Ryle merayu bergaya “Euphemisme”, Lily tetap ingin berpisah. Putri mereka Emmy, pun harus berpisah dengan ayahnya, Ryle Kincaid.

Rasa penasaran penonton dengan tokoh Atlas Corrigan, sang “The First love” Lily Bloom. Tentu menyeruak. Collen Hoover sudah menyiapkan novel “It Starts With Us” (2022). Di kisah inilah Lily Bloom dan Atlas Corrigan merajut kembali “surga” mereka yang hilang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mal Ciputra Jakarta
Rona & Film

CL Music Fest 2026 Kembali Ramaikan Mal Ciputra Jakarta dengan Konser Gratis Musisi Top Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Setelah sukses menjadi salah satu event musik yang paling...

Caption Foto: Slank rilis album Republik Fufu Fafa penuh kritik sosial, digarap saat Ramadan dan rilis dalam format fisik.
Rona & Film

Sentilan Berani Slank Lewat Album Baru Republik Fufu Fafa yang Bikin Heboh


JAKARTA, Bisnistoday,- Grup band legendaris Indonesia, Slank, kembali menggebrak panggung musik Tanah...

Boy Band Taiwan, F4 (Instagram @ashin_ig)
Rona & Film

F4 akan Gelar Konser Reuni di Singapura

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah sukses tampil di Indonesia pada akhir Mei lalu,...

Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUA-LB) WAMI 2026
Rona & Film

Daftar Lengkap Komposer dan Publisher yang Kini Menduduki Badan Pengawas WAMI


JAKARTA,Bisnistoday- Wahana Musik Indonesia (WAMI) secara resmi menetapkan jajaran Badan Pengawas baru...