www.bisnistoday.co.id
Minggu , 23 Agustus 2026
Home GLOBAL RI-Jepang Kerja Sama Industri Farmasi dan Alkes
GLOBALKawasan Global

RI-Jepang Kerja Sama Industri Farmasi dan Alkes

KERJA SAMA INDUSTRI : Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi (belakang, kedua dari kanan) bersama Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Director General Federation of Pharmaceutical Manufacturers’ Association of Japan (FPMAJ) Toshihiko Miyajima dengan Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) F Tirto Kusnadi.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berpartisipasi dalam upaya penguatan sektor kesehatan, khususnya memacu pengembangan industri farmasi dan industri alat kesehatan (farmalkes). Langkah strategis yang tengah dijalankan, antara lain optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta mewujudkan program substitusi impor sebesar 35% yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi.

“Selain itu, Kemenperin mendorong pendalaman struktur industri, peningkatan investasi dan menjalankan inisiatif roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito mewakili Menteri Perindustrian di Osaka, Jepang (8/10).

Warsito menjelaskan, industri farmalkes merupakan dua dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Ketujuh sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, otomotif, kimia, tekstil dan produk tekstil, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan. 

“Ketujuh sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri,” ungkapnya.

Guna mengakselerasi upaya pengembangan industri farmalkes, Kemenperin juga aktif mendukung kegiatan yang bertujuan untuk menjalin kerja sama komprehensif. Misalnya, pelaksanaan Indonesia-Japan Pharmaceutical and Medical Device Business Forum yang telah berlangsung pada 5-7 Oktober 2022 di Osaka, Jepang. 

Kedutaan Besar Tokyo

Kegiatan forum bisnis itu merupakan inisiatif dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka, dan didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), IIPC Tokyo dan ITPC Osaka, serta beberapa mitra Jepang seperti METI Kansai, Federation of Pharmaceutical Manufacturers’ Association of Japan (FPMAJ), dan JETRO.

“Kegiatan forum bisnis yang dibuka oleh Duta Besar RI Tokyo ini berfokus untuk mempertemukan pelaku bisnis industri farmasi dan alat kesehatan asal Indonesia dengan pelaku bisnis/investor dari Jepang,” tutur Ketua KADIN Komite Bilateral Indonesia-Jepang, Emmanuel L. Wanandi.

Saat itu, Wanandi memimpin kehadiran 15 delegasi bisnis Indonesia yang meliputi sembilan perusahaan farmalkes, termasuk perwakilan dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI). “Kami mengapresiasi inisiatif Perwakilan Indonesia di Jepang untuk turut menjembatani kerja sama antara pelaku bisnis. KADIN tentunya siap support kerja sama Indonesia-Jepang di berbagai sektor,” ujarnya.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...

Warga di Gaza kini kesulitan mendapatkan korek api
Kawasan Global

Di Gaza, Warga bahkan Sulit untuk Sekadar Menyalakan Api

JAKARTA, Bisnistoday - Rabab Deifallah duduk di dalam gubuknya. Tangannya yang mulai...

Warga berjalan melewati reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa bumi di Cali, Kolombia, 10 Agustus 2026. Foto: Ernesto Guzmán Jr/EPA
Kawasan Global

Ratusan Tewas, Ribuan Bangunan Ambruk Akibat Gempa di Kolombia

JAKARTA, Bisnistoday ; Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di Kolombia,...

Warga berjalan melewati reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa bumi di Cali, Kolombia, 10 Agustus 2026. Foto: Ernesto Guzmán Jr/EPA
Kawasan Global

Sedikitnya 20 Orang Tewas Akibat Gempa di Kolombia

JAKARTA, Bisnistoday - Setidaknya 20 orang tewas akibat gempa bumi berkuatan 7,4...