JAKARTA, BisnisToday – Bersama Digital Data Centres (BDDC), perusahaan teknologi data center yang berpusat di Jakarta menyiapkan infrastruktur data center guna mendukung era artificial intelligence (AI) yang merupakan teknologi masa depan.
Sebagai mana diketahui, peningkatan permintaan teknologi AI belakangan semakin besar sehingga memerlukan pasokan listrik dan konsumsi pendinginan lebih besar.
“Kami menyadari AI adalah masa depan teknologi. Karena itu, kami berkomitmen membangun infrastruktur yang tidak hanya canggih, tetapi juga memanfaatkan renewable energy sehingga ramah terhadap lingkungan. Dengan total kapasitas 60 MW, kami siap memajukan infrastruktur AI,” kata Direktur Business & Commercial BDDC A Yudha Permana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Yudha menambahkan, pembangunan infrastruktur ini mencakup pengembangan data center dengan kapasitas penyimpanan dan pemrosesan tinggi yang didukung oleh teknologi sistem pendinginan yang inovatif untuk menjamin efisiensi energi.
Chief Operating Officer (COO) BDDC Christine Ratna mengatakan, langkah yang disiapkan BDCC ini merupakan asepak penting dalam industri data di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga tentang mempersiapkan Indonesia dalam era AI,” ujar Christine.
Proyek tersebut ditargetkan selesai tahun ini dan siap untuk mendukung berbagai perusahaan yang mengandalkan AI, mulai dari startup hingga perusahaan-perusahaan besar. BDDC berharap ini akan berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Kami meningkatkan skalabilitas penyimpanan data dengan tujuan menjadi salah satu penyelenggara pemrosesan AI, serta menyesuaikan dengan pertumbuhannya di masa depan bagi para pengguna,” terang Christine.
Dengan membangun infrastrutur lebih awal, BDDC tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemimpin pada sektor data center, tetapi juga mendukung transformasi digital Indonesia menuju era AI.
“Dengan penyelesaian proyek ini, kami siap mendukung perkembangan AI. Ini menandakan langkah besar bagi Indonesia dalam menyambut tahun baru dengan teknologi yang lebih maju,” demikian Christine.









































