www.bisnistoday.co.id
Kamis , 11 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Sekjen Partai Gelora : Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Air
Politik & Keamanan

Sekjen Partai Gelora : Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Air

Mahfuz Sidik
Sekjen Partai Gelora, Mahfuz Sidik./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Ketegangan geopolitik global dinilai semakin mendekati titik kritis. Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, mengingatkan bahwa potensi pecahnya Perang Dunia III (PD III), bahkan dalam bentuk konflik nuklir, bukan lagi sekadar wacana spekulatif, melainkan risiko nyata yang perlu diantisipasi semua negara, termasuk Indonesia.

Dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema “Apakah Kita Menuju Perang Dunia III” di Jakarta, Jumat (30/1/2026) malam, Mahfuz menyebut situasi global saat ini ibarat bara yang tinggal menunggu satu pemantik.

“Perang nuklir saat ini tinggal ada pemantiknya saja. Dunia seperti menunggu satu pemicu lagi. Kita tentu berharap dunia tetap baik-baik saja, tapi kewaspadaan harus disiapkan,” ujarnya, Sabtu (31/1).

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR RI periode 2010–2016 itu, terdapat tiga hotspot utama yang berpotensi memicu konflik global berskala besar. Pertama, perang berkepanjangan Rusia–Ukraina. Kedua, rivalitas strategis Amerika Serikat dengan China. Ketiga, eskalasi konflik Israel–Iran yang dinilai semakin memanas.

Mahfuz menyoroti pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat ke kawasan Selat Hormuz sebagai sinyal serius meningkatnya ketegangan. Ia mengingatkan bahwa benturan terbuka di kawasan tersebut bisa memicu reaksi berantai yang menyeret banyak negara.

“Jika Iran diserang, maka pembalasan hampir pasti terjadi. Dan ketika eskalasi sudah melibatkan banyak kekuatan besar, risiko konflik meluas sulit dihindari,” katanya.

Baca Juga : Cegah Perang Dunia III, Prabowo Disarankan Kembali Hidupkan Gerakan Non Blok

Ia juga menekankan bahwa perang nuklir, jika sampai terjadi, dampaknya tidak hanya bersifat militer, tetapi akan menjadi bencana kemanusiaan global. Efek lanjutan berupa kerusakan lingkungan dan gangguan iklim ekstrem berpotensi memicu krisis pangan dunia.

“Perang nuklir mungkin berlangsung singkat, tetapi efeknya adalah kerusakan total. Bencana kelaparan global bisa menimpa miliaran manusia,” ujarnya.

Sektor Pangan dan Energi

Meski Indonesia tidak berada di pusat konflik, Mahfuz menilai dampak tidak langsung akan tetap terasa, terutama pada sektor pangan, energi, dan sumber daya air. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat penguatan ketahanan nasional di tiga sektor tersebut.

Ia menegaskan bahwa ketergantungan impor pangan harus dikurangi secara serius melalui swasembada. Di sektor energi, Indonesia perlu memperluas bauran energi alternatif agar tidak rentan terhadap gangguan pasokan global. Sementara untuk sumber daya air, ia mengingatkan risiko pencemaran dan krisis distribusi saat konflik besar terjadi.

“Ketahanan pangan, energi, dan air adalah fondasi survival sebuah bangsa dalam krisis global,” tegasnya.

Mahfuz juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif melalui desentralisasi. Menurutnya, daerah harus memiliki kapasitas inovasi dan kemandirian agar tidak sepenuhnya bergantung pada pusat saat terjadi krisis sistemik.

Dengan situasi global yang kian dinamis dan penuh ketidakpastian, ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan nasional bukan pilihan, melainkan keharusan strategis. Indonesia, kata dia, perlu bersiap bukan karena ingin perang terjadi, tetapi agar mampu bertahan jika dunia memasuki fase paling gentingnya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen Ossy
Politik & Keamanan

Wamen Ossy Tegaskan Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

JAKARTA, Bisnistoday - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Anis Matta
Politik & Keamanan

Potensi Krisis Kelaparan Dunia, Anis Matta: Konflik Timur Tengah Harus Didorong Jadi Zona Pembangunan

JAKARTA, Bisnistoday-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang...

Megawati
Politik & Keamanan

Bahas Reunifikasi Korea, Penasihat Presiden Korsel Bertemu Ibu Megawati Soekarnoputri

JAKARTA , Bisnistoday - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI...

Komisi Percepatan Reformasi Polri menghadap Presiden di Istana Negara
Politik & Keamanan

Yusril: Pemerintah Tidak Akan Membentuk Kementerian Kepolisian

JAKARTA, Bisnistoday - Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., selaku...