MEDAN, Bisnistoday – Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan pentingnya pemanfaatan pendanaan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sebagai penggerak usaha produktif koperasi desa. Menurutnya, Kopdes memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Akses pendanaan dari LPDB dapat dimanfaatkan koperasi desa untuk mengembangkan usaha produktif, khususnya di sektor pertanian dan sektor riil lainnya,” ujar Farida saat kunjungan kerja ke Koperasi Desa Mangga Dua, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat, (30/1). Kunjungan ini turut didampingi Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman.
Ia menambahkan, setiap koperasi yang ingin mengajukan pendanaan wajib terdaftar dalam Sistem Informasi Kopdes Merah Putih (Simkopdes) sebagai bagian dari tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Baca juga: LPDB Koperasi Pastikan Dukung Pengembangan Koperasi Peternak Sapi
Wamenkop mengatakan pendanaan LPDB Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai modal usaha, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekosistem ekonomi desa berbasis gotong royong, profesionalisme, dan keberlanjutan.
Pemerintah sendiri menargetkan tahap awal operasionalisasi 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih pada April 2026. Jumlah tersebut akan diperluas secara bertahap hingga mencapai 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia pada akhir tahun.
Saat ini, pembangunan fisik koperasi desa masih berlangsung dengan menyiapkan tujuh gerai wajib, meliputi kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik.
Baca juga: LPDB Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Berbasis Koperasi Pondok Pesantren
Pengembangan Generasi Muda
LPDB Koperasi secara khusus menaruh perhatian pada pengembangan generasi muda. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, ke Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasannah, Medan.
Dalam sesi berbagi motivasi bersama para santriwati, Deva menekankan dua pilar utama yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan global, yakni resiliensi atau ketangguhan, serta semangat koperasi yang menjunjung nilai gotong royong, kolaborasi, dan keberlanjutan.
“Di tengah perubahan global yang cepat, generasi muda harus tangguh, adaptif, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Semangat koperasi mengajarkan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang individu, tetapi tentang tumbuh bersama,” kata Deva.
Para santriwati didorong untuk percaya diri mengambil peran, baik sebagai pelaku usaha, profesional, maupun pemimpin di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasannah, Ustadz KH. Miftakhuddin, bersama jajaran Majelis Pengasuh dan Wakil Direktur, termasuk Ustadz KH. Solihin Adin, yang selama ini aktif mendukung penguatan pendidikan karakter dan kemandirian santri.




