www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 8 Agustus 2026
Home GLOBAL Taliban Rilis Aturan Pembatasan Media
GLOBAL

Taliban Rilis Aturan Pembatasan Media

Sejumlah Murid Tengah Menjalani Proses belajar mengajar pada salah satu Sekolah di Kabul, Afganistan, belum lama ini.
Social Media

KABUL, Bisnistoday- Pemerintah Taliban merilis sederet pembatasan terhadap media Afghanistan, termasuk melarang drama televisi (sinetron) melibatkan pemain perempuan dan mewajibkan pembaca berita perempuan memakai “hijab Islami”.

Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Afghanistan menetapkan sembilan aturan media pekan ini, sebagian besar melarang media apa pun yang bertentangan dengan “nilai-nilai Islam atau Afghanistan”, kata juru bicara pemerintah Taliban pada Selasa (23/11).

Beberapa pembatasan khusus ditargetkan pada kaum perempuan, sebuah langkah yang berpotensi memicu kekhawatiran komunitas internasional.

“Drama (televisi)… atau program-program yang menayangkan akting perempuan, tidak boleh disiarkan,” tulis aturan tersebut.

Aturan itu juga mewajibkan wartawan perempuan yang bersiaran untuk memakai “hijab Islami” tanpa mendefinisikan apa maknanya.

Meski sebagian besar perempuan di Afghanistan sudah berjilbab, pernyataan Taliban di masa lalu bahwa perempuan harus memakai “hijab Islami” kerap membuat para pegiat HAM perempuan khawatir. Mereka menganggap istilah itu tidak jelas dan dapat ditafsirkan secara kolot.

Aturan tersebut mendapat kecaman dari pengawas HAM internasional Human Rights Watch (HRW), yang menyebutkan bahwa kebebasan media di Afghanistan merosot.

“Hilangnya ruang untuk perbedaan pendapat dan pembatasan yang semakin ketat bagi kaum perempuan di bidang media dan seni itu menghancurkan,” ucap Patricia Goss, seorang petinggi HRW untuk kawasan Asia lewat pernyataan.

Meski pejabat Taliban sudah berupaya meyakinkan kaum perempuan dan masyarakat internasional bahwa hak-hak perempuan akan dilindungi sejak mereka mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus lalu, banyak pendukung HAM dan perempuan masih meragukan janji itu.

Di bawah pemerintahan Taliban yang lalu, perempuan tidak boleh keluar rumah kecuali untuk bersekolah atau didampingi oleh kerabat laki-lakinya.


Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS Mengklaim Perundingan Selat Hormuz Mengalami Kemajuan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara...

Demo Antiperang (dok:Unsplash.comev-Mz6vYiI8CSA)
GLOBAL

Babak Baru Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran...

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...