www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Terkendalinya Kasus Covid-19 Picu Kenaikan IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Terkendalinya Kasus Covid-19 Picu Kenaikan IHSG

IHSG Menguat
IHSG mengalami penugatan, pada Rabu (26/6)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Terus menurunya angka kasus Covid-19 sebagai sentimen positif pendorong aksi buru saham pada perdagangan Senin (14/3) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menjadikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan kembali menguat.

IHSG ditutup menguat 29,6 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.952,2. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,1 poin atau 0,61 persen ke posisi 1.003,8.

“IHSG ditutup menguat seiring dengan terus berlangsungnya aksi beli investor asing dan Kementerian Kesehatan yang menyampaikan bahwa kasus konfirmasi harian COVID-19 terus mengalami tren penurunan hingga menyentuh 11.585, setelah sehari sebelumnya tercatat di 14.900,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,85 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,77 persen dan 0,71 persen.

Berita Terkait : Asing Lakukan Aksi Beli, IHSG Kembali Menguat

Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 2,38 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor properti & real estat masing-masing turun 1,77 persen dan 1,14 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,08 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,33 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.433.827 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,85 miliar lembar saham senilai Rp15,16 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 290 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.

Penurunan kasus Covid-19 tersebut dinilai memberikan ruang untuk proses pemulihan ekonomi nasional terjaga sehingga akan memberikan akselerasi tumbuhnya perekonomian.Sementara itu bursa regional Asia tertahan di zona melemah seiring sikap pelaku pasar dan investor yang mencermati munculnya kasus baru COVID-19 di China dan Rusia yang terancam gagal bayar.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kabar dari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan negara lainnya sudah memiliki dampak parah pada ekonomi Rusia dan akan memicu resesi yang mendalam di negara itu tahun ini.Kondisi tersebut memunculkan spekulasi Rusia mungkin akan gagal membayar utang-utangnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...