JAKARTA, Bisnistoday- Tingginya inflasi Amerika Serikat (AS) pada Januari 2022 yang mencapai 7,5 persen atau tertinggi sejak tahun 1982 menjadi sentimen negatif perdagangan saham bursa saham Asia termauk Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/2).
IHSG ditutup melemah 8,04 poin ke posisi 6.815,61. Sementara indeks LQ 45 turun 1,91 poin ke posisi 971,68.
Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya, Jumat (11/2) menyebutkan, pelemahan IHSG kali ini seiring menurunnya indeks bursa Asia setelah data pejabat bank sentral AS The Federal Reserve mewacanakan suku bunga acuan di AS akan dinaikkan secara agresif setelah inflasi AS mencapai rekor tertinggi.
Inflasi di AS mencapai 7,5 persen pada Januari, tertinggi sejak 1982 sehingga memicu komentar hawkish dari Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard yang mengatakan bank sentral sebaiknya menaikkan suku bunga sebesar satu persen dalam tiga pertemuan kebijakan mendatang.
Baca juga: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, IHSG Terkoreksi
Ekonomi di Asia juga merasakan tekanan dari kenaikan harga-harga, dengan beberapa negara seperti Selandia Baru sudah mulai bergerak menaikkan suku bunga sementara negara-negara lain seperti Thailand, Indonesia, dan India memilih mempertahankan suku bunga acuan.
Meskipun masih bersikap sabar, bank sentral di kawasan Asia Tenggara mempunyai rekam jejak yang agresif dalam menaikkan suku bunga. Contohnya, Bank Indonesia (BI) pernah menaikkan suku bunga sebesar 175 bps selama periode Mei 2018 hingga November 2018.
Di sisi lain, negara seperti Tiongkok dan Jepang merasa cukup nyaman dengan tingkat inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yang mana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 1,66 persen, diikuti sektor energi dan sektor infrastruktur masing-masing 0,58 persen dan 0,4 persen.
Sedangkan enam sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,03 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti masing-masing minus 0,64 persen dan minus 0,31 persen.
Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp963,19 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp783,22 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.384.947 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,2 miliar lembar saham senilai Rp11,41 triliun. Sebanyak 208 saham naik, 307 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng turun 17,69 poin atau 0,07 persen ke 24.906,66 dan Straits Times meningkat 0,95 poin atau 0,03 persen ke 3.428,95. Sedangkan bursa saham Jepang libur.
Rupiah Melemah
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.347 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.342 per dolar AS.
“Faktor penggerak utama rupiah masih inflasi US, namun masih diimbangi faktor positif domestik yang diantaranya sentimen positif investor,” kata analis DC Futures, Lukman Leong seperti dilansir Antara.
Inflasi AS pada Januari 2022 mencapai 7,5 persen (yoy), lebih tinggi dari konsensus 7,2 persen (yoy) sekaligus angka tertinggi sejak 1982.
Data inflasi tersebut membuat para investor mulai berspekulasi bahwa The Fed akan mengambil kebijakan pengetatan yang lebih agresif untuk mengendalikan inflasi.
Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan James Bullard dari The Fed sekarang menginginkan poin persentase penuh dari kenaikan suku bunga selama tiga pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya.
Dia bahkan mengatakan The Fed bisa menaikkan suku bunga dalam setiap pertemuan dan beberapa pengamat telah menganggap itu berarti bahwa mungkin ada pertemuan darurat dan kenaikan suku bunga berikutnya sebelum pertemuan Maret.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.338 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.336 per dolar AS hingga Rp14.369 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.359 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.344 per dolar AS./







































