JAKARTA, Bisnistoday- Sikap kehati-hatian invesntor menjelang pengumuman inflasi Amerika Serikat (AS) dan ditahannya suku bunga acuang Bank Indonesia (BI) membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/2) ditutup melemah.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Kamis (10/2) melemah 10,96 poin ke posisi 6.823,64. Sementara indeks LQ45 naik tipis 1,92 poin ke posisi 973,64.
Tim Riset Indop Premier Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, terkoreksinya saham-saham sektor teknologi seiring sikap hati-hari investor menjelang mengumuman infasi AS menjadi sentimen negatif pada perdagangan saham di BEI hari ini.
Sementara sentimen positifnya adalah terus berlangsungnya aksi beli investor asing dan keputusan Bank Indonesia yang masih mempertahankan suku bunga acuannya.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 9-10 Februari 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen.
Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.
Bank sentral menyatakan keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tak lama melemah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi 1,78 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing naik 1,41 persen dan 0,46 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 1,69 persen, diikuti sektor energi dan sektor kesehatan masing-masing turun 1,43 persen dan 1,07 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,73 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,56 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.727.855 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,11 miliar lembar saham senilai Rp15,48 triliun. Sebanyak 234 saham naik, 294 saham menurun, dan 153 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 116,21 poin atau 0,42 persen ke 27.696,08, Indeks Hang Seng turun 94,36 poin atau 0,38 persen ke 24.924,35, dan Straits Times meningkat 7,96 poin atau 0,23 persen ke 3.428.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.342 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.358 per dolar AS.
“Investor tengah menunggu data inflasi AS terbaru, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu The Fed melakukan pengetatan kebijakan moneter,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Sementara itu Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan dolar AS tertekan aksi jual investor dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bersamaan dengan kekuatan yang terus-menerus di pasar ekuitas.
Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mundur dari level tertinggi mingguan 1,97 persen dan saat ini berada di kisaran 1,93 persen.
Wall Street sendiri bergerak naik di tengah laporan pendapatan yang solid dan menguatnya sektor teknologi.
Pelaku pasar akan dihadapkan pada kalender ekonomi makro AS akan segera merilis angka inflasi Januari 2022.
Indeks Harga Konsumen (IHK) AS diperkirakan naik menjadi 7,3 persen (yoy) dari level tertinggi multi-dekade 7 persen (yoy) pada Desember 2021 lalu.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.342 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.321 per dolar AS hingga Rp14.353 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.344 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.366 per dolar AS./


