JAKARTA, Bisnistoday – Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menggelar literasi keuangan kepada puluhan awak media di Jakarta, Senin (30/6). Kali ini, Danmon mengambil tema Journalist Class: “Menulis Masa Depan:Karena Mimpi Tak Cukup Tanpa Perlindungan”
“PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai organisasi yang berfokus pada nasabah (customer-centric organization), berkomitmen untuk menjadi financial solution provider yang berupaya untuk terus menawarkan solusi finansial sesuai dengan kebutuhan nasabah dan mencapai financial goals mereka,” ungkap Yulius Ardi, Wealth Management Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemateri.
Menurut Yulius, untuk mencapai tujuan perencanaan keuangan yang efektif, masyarakat perlu memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang memadai. Saat ini, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia menunjukkan tren yang positif, masing-masing mencapai 66,5% dan 80,5%.
Peningkatan ini juga tercermin pada sektor asuransi, di mana tingkat literasi dan inklusi asuransi masing-masing tercatat sebesar 45,5% dan 28,5%. Meskipun demikian, menurut laporan OJK tahun 2022, penetrasi premi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
“Rendahnya tingkat literasi ini mencerminkan tingginya risiko yang belum dikelola secara optimal. Jika dibiarkan, hal ini membuat masyarakat tidak siap menghadapi berbagai tantangan finansial, baik dalam hal perlindungan kesehatan, bisnis, maupun mitigasi risiko keuangan lainnya.”
Perencanaan Keuangan
Dikatakan, Yulius, bahwa setiap orang memiliki mimpi dengan harapan untuk mewujudkannya. Namun, untuk memastikan mimpi tersebut tercapai, metode SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Time – Bound) dapat dijadikan opsi.
Berkaitan dengan perencanaan keuangan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan: Plan/Dream (Merencanakan): Menentukan tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang. Grow (Mengembangkan): Mempersiapkan dana dengan usaha, investasi, dan manajemen utang.
“Secure (Mengamankan): Proteksi dari risiko hidup seperti sakit, kecelakaan, cacat tetap, atau meninggal dunia yang dapat menggagalkan rencana serta Preserve (Melestarikan): Mewariskan mimpi yang telah terwujud dan aset ke generasi berikutnya.”/









































