JAKARTA, Bisnistoday – Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia ke-38 diharapkan mampu maraih transaksi sekitar 16-17 miliar USD. Kenaikan transaksi perdagangan ini merupakan pesan dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan.
“Diharapkan tahun ini lebih meningkat dibanding Trade Expo tahun lalu,” ungkap Mendag, Zulkifli Hasan saat Launching Trade Expo Indonesia ke-38 di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (10/7).
Mendag mengutarakan bahwa penyelenggaraan event ini memegang kunci kolaborasi atau sinergi.” Kuncinya adalah kolaborasi, semoga berhasil,” ujarnya.
Sementara, Larizal Adiputra GM PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, mengatakan optimistis target transaksi meningkat sekitar 16-17 miliar USD untuk transaksi TEI ke-38. Sedangkan pencapaian Trade Expo Tahun lalu, mampu meraih transaksi 15,8 miliar USD.
“Kami targetkan sekitar 16-17 miliar USD, lebih meningkat, karena sekarang perekonomian sudah menggeliat usai pandemik,” ungkap Larizal.
Ia mengutarakan, pelaksanaan Trade Expo Indonesia ke 38 diselenggarakan antara 18-22 Oktober 2023 mendatang di ICE BSD, Tangerang. Tahun lalu, peserta exhibisi tercatat 1.097 peserta. “Tahun ini diperkirakan lebih banyak, dan diharapkan pendaftaran peserta akhir Agustus ini sudah final. Kalau sudah mencapai 1.000-an, kita akan tutup dan evaluasi,” ujarnya.
Tahun lalu, lanjut Larizal, sejumlah negara yang membukukan transaksi terbesar antara lain, Tiongkok, India, Jepang, Mesir serta Philipina.
“Profile peserta, produsen, pemasok, eksportir, dan bervareasi. Sedangkan profile pengunjung, retailer, importir, akademisi dan lainnya. Dan disiapkan platform transaksi nonstop 24 jam,” tuturnya.
Didalam ajang ini, tambah Larizal, juga dimeriahkan berbagai kegiatan berupa atraksi atau demo produk, konseling, business matching dan lainnya. “Disiapkan platform untuk mempercepat transaksi, secara khusus untuk mengatur janjian bertemu, melihat produk lebih detail ataupun petunjuk mencari stand yang diinginkan.”//







































