JAKARTA, Bisnistoday-Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor bersama Menteri BUMN, Erick Thohir melepas para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang pada Rabu (22/6).Wamenaker berpesan para calon PMI agar dapat menunjukkan displin, dan belajar serta tegar kuat menghadapi tantangan. “Semangat bekerja, belajar di negeri orang, seperti pepatah disitu bumi dipinjak disitu langit dijunjung,” ungkapnya, dalam sambutan acara Pelepasan PMI batch ke 15 di Jakarta.
Afriansyah mengatakan, kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang ini, sudah berlangsung 15 tahun lalu. Hingga sekarang telah diberangkatkan PMI sebanyak 3.368 pekerja, diantaranya sebagai nurse sebanyak 723 pekerja dan selebihnya adalah care-workers.
“Kami mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan para PMI untuk memperoleh pengalaman kerja di Jepang,” tutur Arfiansyah Noor.
Menurutnya, kerja sama antara RI dan Jepang saling menguntungkan. Sebagai wakil pemerintah mengingatkan, para PMI juga harus menggali pengalaman kerja dan karakter yang baik di negara Jepang, selain memang untuk mendapatkan upah sebagai pekerja.
“Dengan bekerja di Jepang citrakan bahwa Indonesia bangsa yang besar, taati aturan, tunjukkan SDM yang unggul dengan bekerja sungguh-sungguh,” tuturnya. Selain itu, menurut Wamenaker ini, apabila para PMI mengalami masalah segera menghubungi perwakilan di Kedutaan Besar di Jepang.
Afriansyah Noor mengutarakan pengalamanya bahwa masyarakat Jepang memiliki karakter yang jujur. Suatu waktu berkunjung ke jepang, dompet dan passport ketinggalan, disalah satu restoran dan ternyata masih tersimpan rapih. “Jadi karakter penting yang harus ditiru kejujuran. Saya harap bersemangat, berangkat bekerja pulang jadi juragan,” ujarnya.

Sementera, Menteri BUMN Erick Thohir hadir dalam pelepasan Pekerja Migran Indonesia. Ia mengatakan, keberangkatan ini merupakan bukti bahwa Jepang sudah mulai membuka diri pasca Pandemik Covid-19. Sebanyak 287 pekerja migran Indonesia diberangkatkan ke Jepang.
“Pemberangkatan ini perdana setelah 1 tahun Jepang menutup diri untuk pekerja migran,” terangnya. Erick Thohir melepas keberangkatan para PMI ini didampingi oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdanidan Duta Besar Jepang Kanasugi Kenji.
Berjalan Baik
Dubes Jepang Untuk Indonesia, Kamasugi Kenji mengatakan, keberangkatan para PMI ini merupakan bacth ke 15. Selama ini, kerja sama dengan Indonesia berjalan cukup baik dan hingga sekarang sudah 3 ribu lebih PMI yang berangkat ke Jepang.
“Memang karena pandemic program keberangkatan PòMI sempat terhambat, sekarang batch ke 15,” terangnya. Tahun sebelumnya keberangkatan tidak dilakukan secara tatap muka atau menggunakan virtual.” Tidak apa-apa, saya senang,” ujarnya.
Menurutnya, kerjasama saling menguntungkan karena pekerja Indonesia cukup tinggi, sedangkan di Jepang butuh SDM yang mengerti kondisi Jepang.“Seperti bapak ibu sekalian, stelah berangkat akan menjalani pelatihan selama 6 bulan sebelum menempati tugasnya masing-masing,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, perwakilan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), Septia dari Jambi diberikan kesempatan untuk berdialog secara virtual dengan Ibunya yang berada di Jambi. Ibunya berpesan jangan lupa sama orang tua saat bekerja di Jepang. Sedangkan Septi mengharapkan orang tuanya tidak mengkhawatirkannya. “Mamak jangan khawatir sama kakak, dan doakan sukses,” ungkap Septia./






































