YOGYAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmen memperkuat kemandirian ekonomi pesantren lewat koperasi pondok pesantren (Kopontren).
Hal itu disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dana Bergulir untuk Koperasi Pondok Pesantren, di Yogyakarta, Kamis (27/11)
Menkop mengatakan Kopontren memegang peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat.
Baca juga: LPDB Dukung Pertumbuhan Usaha Koperasi
“Kopontren bukan sekadar lembaga usaha, tetapi pusat pemberdayaan yang menyatukan kekuatan spiritual dan ekonomi. Santri masa kini harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Ferry.
Dari 2.347 Kopontren yang aktif, banyak yang perlu diperkuat tata kelolanya. Bimtek merupakan upaya mendorong koperasi pesantren menjadi lembaga yang profesional dan transparan.
Lebih lanjut, Menkop menyampaikan bahwa Kopontren akan menjadi mitra strategis dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini berkembang sebagai model penguatan ekonomi desa melalui sinergi pesantren dan komunitas.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, menekankan bahwa penguatan Kopontren adalah mandat penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis nilai keberkahan.
“Pemberdayaan ekonomi pesantren bukan sekadar program, tetapi ikhtiar besar untuk menjadikan pesantren sebagai lokomotif ekonomi umat. Melalui dana bergulir syariah dan pendampingan yang intensif, kami ingin memastikan Kopontren memiliki tata kelola yang baik, laporan keuangan yang rapi, dan kapasitas usaha yang siap masuk dalam rantai pasok nasional,” ujar Deva Rachman.
Deva menjelaskan hingga Oktober 2025, LPDB Koperasi telah menyalurkan Rp967,9 miliar dana bergulir di tahun berjalan. Penyaluran fokus pada sektor riil sebesar Rp836,4 miliar dan pembiayaan simpan pinjam sebesar Rp131,5 miliar. Penyaluran pembiayaan syariah sejak 2020 hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp4,5 triliun.
“LPDB Koperasi akan terus memperluas pembiayaan syariah bagi Kopontren dan memperkuat ekosistem pembinaan agar koperasi pesantren mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi para santri dan alumni pesantren,” ucapnya.
Kegiatan diikuti 100 peserta perwakilan dari 50 pondok pesantren, dari wilayah Jawa Barat 18 Pesantren, Jawa Tengah 10 Pesantren, Jawa Timur 11 Pesantren, Banten 4 Pesantren, DKI Jakarta 1 Pesantren, D.I Yogyakarta 3 Pesantren, Gorontalo 1 Pesantren, Sulawesi Selatan 1 Pesantren, dan Sumatera Utara 1 Pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan ini para Staf Khusus Menteri Koperasi, Direktur Pembiayaan Syariah Ari Permana, Dewan Pengawas LPDB Koperasi Rudi Wijaya, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY Yogyakarta Agus Mulyono.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), memberikan pemahaman mengenai pembiayaan LPDB Koperasi, serta mendorong terbentuknya koperasi pesantren yang profesional, modern, dan berkelanjutan sebagai pilar ekonomi umat.



