www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Yenny Wahid ke Gibran: Anak Muda Tidak Punya Etika!
Politik & Keamanan

Yenny Wahid ke Gibran: Anak Muda Tidak Punya Etika!

CAWAPRES GIBRAN
CAWAPRES Gibran Rakabumingraka, saat acara Debat Cawapres, di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Debat cawapres kedua yang digelar KPU pada Minggu (21/1/2024) malam menyisakan banyak pro kontra. Terutama sikap cawapres Gibran Rakabuming Raka saat debat dengan cawapres Mahfud MD yang dinilai cengengesan dan tidak etis.

Dewan Pembina Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid langsung melontarkan kritik yang ditunjukkan ke Gibran Rakabuming dalam debat cawapres kedua tersebut.

Menurut Yenny, putra sulung Presiden Joko Widodo itu kebanyakan gimmikc dalam debat. Selain itu, Gibran juga dinilainya terkesan melecehkan dan dianggap tidak sopan terhadap Mahfud MD yang merupakan orang tua.

“Ya itu kan kesannya melecehkan sekali. Menurut saya itu debat, dan enggak perlu seperti itu,” ucap Yenny, di JHCC, Jakarta.

Dia menilai para kandidat capres dan cawapres mestinya bisa saling menunjukkan rasa hormat dalam debat. Sebab, mereka adalah para tokoh yang menjadi ceminan dan sudah seharusnya memberikan contoh yang bagus kepada masyarakat.

Gimmick saling menjatuhkan dalam debat dinilai Yenny hanya mencontohkan etika politik buruk terutama bagi anak muda. Dia mengaku tak ingin aksi saling menjatuhkan justru memberikan contoh bahwa anak muda tak lagi memiliki rasa hormat.

“Anak muda tidak punya etika. Justru, mereka yang merasa mewakili anak muda justru harus menunjukkan bahwa anak muda itu punya etika, anak muda itu bisa mengekspresikan dirinya dengan penuh hormat kepada orang lain,” papar Yenny Wahid.

Diketahui, Gibran dan Mahfud terlibat aksi saling sindir dalam sesi debat. Hal itu terjadi saat Gibran melontarkan pertanyaan tentang greenflation, istilah yang merujuk pada kenaikan harga akibat peralihan ke ekonomi hijau.

Pertanyaan itu mendapat respons miring dari Mahfud karena menganggap Gibran hanya memberi pertanyaan jebakan yang dianggapnya tidak bermutu.

Suasana sedikit tegang ketika Mahfud Md memutuskan untuk tidak merespons dan menjawab pertanyaan Gibran. Menurut dia, pertanyaan Gibran terlalu receh dan hanya ingin menjatuhkan.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politik & Keamanan

Partai Gelora Desak Penegakan Hukum Kasus Karhutla Lebih Tegas

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora,...

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, persoalan kekerasan terhadap anak tidak cukup diselesaikan melalui penindakan terhadap pelaku. Perlu ada evaluasi terhadap lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk pola pengasuhan keluarga, interaksi di sekolah, lingkungan pergaulan, serta pengaruh media digital.
Politik & Keamanan

KPAI Dorong RUU Pengasuhan Anak untuk Cegah Kekerasan dan Perundungan

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Pemerintah Diingatkan Dampak Rambatan Dinamika Konflik Timteng terhadap Ekonomi Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, bahwa...

Fahri Hamzah
Politik & Keamanan

RUU Pemilu : Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus

JAKARTA, BIsnistoday.co.id  - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah...