www.bisnistoday.co.id
Selasa , 22 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Yenny Wahid ke Gibran: Anak Muda Tidak Punya Etika!
Politik & Keamanan

Yenny Wahid ke Gibran: Anak Muda Tidak Punya Etika!

CAWAPRES GIBRAN
CAWAPRES Gibran Rakabumingraka, saat acara Debat Cawapres, di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Debat cawapres kedua yang digelar KPU pada Minggu (21/1/2024) malam menyisakan banyak pro kontra. Terutama sikap cawapres Gibran Rakabuming Raka saat debat dengan cawapres Mahfud MD yang dinilai cengengesan dan tidak etis.

Dewan Pembina Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid langsung melontarkan kritik yang ditunjukkan ke Gibran Rakabuming dalam debat cawapres kedua tersebut.

Menurut Yenny, putra sulung Presiden Joko Widodo itu kebanyakan gimmikc dalam debat. Selain itu, Gibran juga dinilainya terkesan melecehkan dan dianggap tidak sopan terhadap Mahfud MD yang merupakan orang tua.

“Ya itu kan kesannya melecehkan sekali. Menurut saya itu debat, dan enggak perlu seperti itu,” ucap Yenny, di JHCC, Jakarta.

Dia menilai para kandidat capres dan cawapres mestinya bisa saling menunjukkan rasa hormat dalam debat. Sebab, mereka adalah para tokoh yang menjadi ceminan dan sudah seharusnya memberikan contoh yang bagus kepada masyarakat.

Gimmick saling menjatuhkan dalam debat dinilai Yenny hanya mencontohkan etika politik buruk terutama bagi anak muda. Dia mengaku tak ingin aksi saling menjatuhkan justru memberikan contoh bahwa anak muda tak lagi memiliki rasa hormat.

“Anak muda tidak punya etika. Justru, mereka yang merasa mewakili anak muda justru harus menunjukkan bahwa anak muda itu punya etika, anak muda itu bisa mengekspresikan dirinya dengan penuh hormat kepada orang lain,” papar Yenny Wahid.

Diketahui, Gibran dan Mahfud terlibat aksi saling sindir dalam sesi debat. Hal itu terjadi saat Gibran melontarkan pertanyaan tentang greenflation, istilah yang merujuk pada kenaikan harga akibat peralihan ke ekonomi hijau.

Pertanyaan itu mendapat respons miring dari Mahfud karena menganggap Gibran hanya memberi pertanyaan jebakan yang dianggapnya tidak bermutu.

Suasana sedikit tegang ketika Mahfud Md memutuskan untuk tidak merespons dan menjawab pertanyaan Gibran. Menurut dia, pertanyaan Gibran terlalu receh dan hanya ingin menjatuhkan.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat memberikan kuliah padaB.J. Habibie Memorial Lecture 2026 . (Adi/Bisnistoday)
Politik & Keamanan

Yusril Ajak Baca kembali Pemikiran Natsir dan Cita-Cita Habibie

JAKARTA, Bisnistoday— Masa depan Indonesia tidak cukup dibangun hanya dengan kekuatan ilmu...

Politik & Keamanan

Polda Metro Jaya Sebar Dua Sketsa Wajah Terduga Pelaku Kasus Kematian BS

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kasus kematian BS,...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Revisi UU Pemilu Untuk Permudah Prosedur dan Mekanisme Pemilu

JAKARTA, Bisnistoday -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Siidik...

Diskusi Paramadina
HEADLINE NEWSPolitik & Keamanan

Politik Kekuasaan Hanya Melahirkan Pejabat Yang Loyal Ketimbang Kompetensi

JAKARTA, Bisnistoday – Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof....