www.bisnistoday.co.id
Kamis , 20 Agustus 2026
Home LIFESTYLE Hermawan: Digital Marketing Tanpa Humanity, Bahaya
LIFESTYLE

Hermawan: Digital Marketing Tanpa Humanity, Bahaya

Mendag M Lutfi saat acara Munas (Musyawarah Nasional) IMA (Indonesia Marketing Association) Sabtu (16/10), yang dilaksanakan secara hybrid di Menara Astra, Jakarta.
Social Media

Trend marketing (pemasaran) di masa yang akan datang, akan semakin mengarah ke digital marketing. Tapi ada yang perlu diwaspadai. “Digital marketing tanpa Humanity (kemanusiaan) itu bahaya,” kata begawan marketing Indonesia Hermawan Kartajaya ketika memberikan keynote speech, di acara Munas (Musyawarah Nasional) IMA (Indonesia Marketing Association) Sabtu (16/10), yang dilaksanakan secara hybrid di Menara Astra, Jakarta. 

Hermawan menambahkan, dalam mengembangkan marketing, harus disandingkan dengan spirit entrepreneurship. “Kalau marketing tanpa entrepreneurship, akan jadi teori saja,” ujar Hermawan yang juga  Honorary Founding Chairman IMA ini. 

“Dua hal ini (kreatif dan inovatif) sangat penting bagi marketing, jika ingin sukses dan maju,”

Hermawan Kartajaya

Munas IMA kali ini dilaksanakan secara hybrid. Yang hadir secara offline, satu chapter diwakili satu orang. Mayoritas president chapter hadir. Dari 47 chapter IMA di seluruh Indonesia, 44 di antaranya hadir di lokasi acara.  Selain offline, juga diikuti sedikitnya seribuan participans dari seluruh Indonesia melalui 280 channel. Selain Hermawan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga memberikan sambutan melalui online. 

Hermawan mengapresiasi tema Munas IMA kali ini, yaitu mengusung spirit kreatif dan inovatif. “Dua hal ini (kreatif dan inovatif) sangat penting bagi marketing, jika ingin sukses dan maju,” lanjutnya. Kreatif kalau dalam pewayangan diwakili sosok Bagong, yang selain lucu juga cerdas. Sedangkan inovatif diwakili sosok Petruk, yang selalu punya solusi terhadap masalah apa pun. 

“Philip (Philip Kotler) mengatakan bahwa dunia di masa yang akan datang, akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian.” 

Hermawan Kartajaya

Hermawan lantas menceritakan pertemuannya dengan pakar marketing dunia yang juga sahabatnya, Philip Kotler. “Philip mengatakan bahwa dunia di masa yang akan datang, akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian,”  katanya. Di antara yang membuat ketidakpastian itu, selain masalah penyakit, juga isu-isu yang memunculkan kebencian.  

Nah, di era yang diwarnai  ketidakpastian itu lah, sangat relevan jika spirit kreatif dan inovatif dikedepankan. Khususnya bagi dunia marketing. Dan khusus IMA, Hermawan menambahkan, saat ini telah menjadi organisasi marketing di Indonesia yang menjadi motor AMF (Asia Marketing Federation).  Saat ini AMF diikuti 17 negara di Asia. 

Munas IMA kali ini adalah yang pertama dilaksanakan sejak organisasi itu berbadan hukum, meski sudah didirikan sejak 20-an tahun lalu oleh Hermawan Kartajaya. Saat ini, untuk kepengurusan IMA Pusat periode 2019 – 2021, dipimpin oleh Suparno Djasmin, Direktur di Astra International./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dari Kemitraan Menuju Puncak Dunia: Komitmen Jangka Panjang TCL Berbuah Manis saat Spanyol Juara Piala Dunia. (dok:TCL)
LIFESTYLE

Strategi Pemasaran TCL Berbuah Manis di Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday - Keberhasilan Tim Nasional Spanyol merengkuh trofi juara Piala Dunia...

Sepak Bola
LIFESTYLESport & Health

John Herdman Kirim Pesan Keras, Sindir Pelatih Doyan Endorse?

Jakarta, BisnisToday – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampaknya mulai mengirim pesan...

Jepang akhirnya umumkan skuadnya ke Piala Dunia 2026 minus dua pemain mahalnya.
LIFESTYLESport & Health

Jepang Umumkan Skuad Piala Dunia 2026 Minus 2 Pemain Mahal

JAKARTA, BisnisToday – Jepang umumkan skuad Piala Dunia 2026 tanpa Mitoma dan...

naturalisasi pemain timnas indonesia terbaru
LIFESTYLESport & Health

Naturalisasi Lagi, PSSI Jual Mimpi Timnas ke Piala Dunia?

JAKARTA, BisnisToday - Jagat sepak bola nasional kembali ramai setelah isu naturalisasi...