www.bisnistoday.co.id
Minggu , 28 Juni 2026
Home GLOBAL Moody’s Turunkan Prospek Inggris Jadi Negatif
GLOBALKawasan Global

Moody’s Turunkan Prospek Inggris Jadi Negatif

PROSPEK INGGRIS : Big Ben Tower sebagai ikon Kota London, belum lama ini. Lembaga pemeringkat independent Moody's menurunkan peringkat prospek Inggris seiring dinamika politiknya.
Social Media

NEW YORK, Bisnistoday – Prospek Inggris diturunkan menjadi negative dari stabil atas gekolak politik yang sedang berlangsung. Hal ini disampaikan Lembaga Pemerintah Moody’s pada Jumat (21/10), dan dinyatakan prospek pertumbuhan lebih lemah dan inflasi tinggi. Namun, Moody’s tetap mempertahankan peringkat utang untuk Inggris di “Aa3.”

Pengunduran Perdana Menteri Inggris Liz Truss pada Kamis (20/10) memicu proses kepemimpinan baru, dengan waktu cepat. Ini terjadi setelah kondisi dianggap kurang nyaman dalam dirinya yang berada dalam kekuasaan. Namun hal ini ini, bisa memicu perpecahan di internal Partai Konservatif pendukung pemerintah. 

Menurut Moody’s melalui keteranganya, “Ketidakpastian yang meningkat dalam pembuatan kebijakan di tengah prospek pertumbuhan yang semakin lemah dan inflasi yang tinggi.”

Moodys dalam laporanya menyatakan, adanya risiko terhadap keterjangkauan utang Inggris dari kemungkinan pinjaman yang lebih tinggi dan risiko pelemahan berkelanjutan dalam kredibilitas kebijakan.”

Disisi lain, Mantan Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng mengumumkan sekitar 45 miliar pound pemotongan pajak secara permanen yang tidak didanai sejak 23 September 2022. Demikian juga, rencana mahal untuk membatasi tarif energi untuk rumah tangga dan bisnis.

Kebijakan yang diambil ini, mengisyaratkan mata uang pound sterling dan pasar obligasi ke dalam kejatuhan dan bisa membuka krisis politik yang menyebabkan Truss memecat Kwarteng. Truss mengembalikan kebijakan dengan hampir semua pemotongan pajak yang direncanakan dan kemudian mengumumkan pengunduran dirinya sendiri.

Sementara, Menteri Keuangan baru Jeremy Hunt mengatakan akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk memulihkan kepercayaan pada keuangan publik Inggris. Dia akan mengumumkan rencana pada 31 Oktober 2022 nanti, dengan tujuan untuk menurunkan utang publik sebagai bagian dari output ekonomi dalam jangka menengah./ Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ilustrasi Gempa (Freepik/brx)
GLOBALLingkungan

Setidaknya 32 Tewas dan 700 Terluka Akibat Gempa Venezuela

  JAKARTA, Bisnistoday- Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela, Kamis (25/6/2026), menewasan sedikitnya...

GEMPA Vemezuela
Kawasan Global

Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1 dan Berpotensi Tsunami

JAKARTA, Bisnistoday- Kota Venezuela dilanda gempa bermagnitudo 7,1 pada Rabu sore waktu...

PM Inggris
GLOBALKawasan Global

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Menyatakan Mundur

TOKYO, Bisnistoday – Pasca kekalahan Partai Buruh pada pemilihan Mei Lalu memperlemah...

Presiden Trump
GLOBALKawasan Global

Presiden Trump Menyatakan Sepakat Hentikan Perang

WASHINGTON, Bisnistoday – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menyepakati...