www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home EKONOMI Harga Tak Wajar, Bulog Tak Sanngup Beli Beras dari Penggilingan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Harga Tak Wajar, Bulog Tak Sanngup Beli Beras dari Penggilingan

STOK BERAS MENIPIS: Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, Perum Bulog hanya mampu menyerap 166 ribu ton beras di penggilingan dari data ketersediaan 600 ribu ton seperti yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian untuk memenuhi stok cadangan beras
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Perum Bulog hanya mampu menyerap 166 ribu ton beras di penggilingan dari data ketersediaan 600 ribu ton seperti yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian untuk memenuhi stok cadangan beras. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso di Jakarta, Rabu (7/12) mengatakan, Bulog bersama dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, mengecek langsung ke lapangan untuk mengonfirmasi data yang disampaikan oleh Kementan untuk bisa diserap oleh Bulog.

Dari pengecekan tersebut, banyak didapatkan data yang disampaikan oleh Kementan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Suyamto menyampaikan sejumlah laporan hasil pengecekan di lapangan dari data yang disampaikan oleh Kementan.

Sebagai contoh, Suyamto menyampaikan data yang diberikan Kementan untuk penggilingan di Karawang, Jawa Barat yaitu CV Lumbung Padi disebutkan memiliki stok 50 ribu ton, namun saat dicek oleh Bulog hanya memiliki 20 ton gabah di gudangnya.

Selanjutnya, Kementan menyampaikan terdapat 45 ribu ton beras di penggilingan UD Makmur Barokah, namun fakta di lapangan hanya terdapat 1.000 ton beras yang dijual ke Bulog dengan harga Rp11 ribu per kg. Bulog tidak bisa membeli dengan harga tersebut karena harga acuan beras di penggilingan berdasarkan data BPS di kisaran Rp10 ribu per kg. “Bulog tidak bisa membelinya, karena harganya tidak wajar,” kata dia.

Selain itu, terdapat juga kesalahan penyampaian informasi yang disampaikan Kementan terhadap penggilingan di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara yang disebut memiliki 15.410 ton beras namun ternyata hanya 15.410 kg.

Penyampaian data beras yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan juga sebelumnya dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Hal tersebut disampaikan oleh Dirut Bulog Budi Waseso pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI November lalu.

Penyampaian data beras oleh Kementan untuk diserap Bulog bertujuan agar BUMN pangan tersebut dapat memenuhi stok cadangan beras yang mulai menipis./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop dan Menteri LH Sepakat Koperasi Berpotensi Garap Perdagangan Karbon

JAKARTA, Bisnistoday —  Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat...

John Rainbird - Partner Bird&Bird Singapore (dok:Ist)
EKONOMI

Strategi Mengelola Risiko Hukum Lintas Negara dan Transaksi Strategis BUMN

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam menjalankan aktivitas komersial di tingkat internasional, Badan Usaha...

Kecerdasan Buatan Diprediksi Ciptakan Turbulensi di Pasar Kerja (Dok: Igor Omilaev)
Ekonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Betulkah AI Ciptakan Turbulensi di Pasar Kerja?

JAKARTA, Bisnistoday – Tanggapan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) umumnya suram....

Menteri Koperasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berkapasitas 45 Ton, Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

MUSI BANYUASIN, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan CPO milik...