JAKARTA, Bisnistoday – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) diminta segera mengambil langkah kongret sebagai upaya menghentikan konflik bersenjatan di Sudan.
“Majelis Ulama Indonesia meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta PBB segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan konflik bersenjata di Sudan,” ungkap Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta, kemarin.
Anwar mengatakan, melalui aksi nyata ini rakyat Sudan diharapkan dapat kembali hidup dengan aman, tenteram, damai, sejahtera dan bahagia.
Sekarang ini, lanjutnya, untuk menghentikan konflik kedua belah pihak yakni Pasukan militer Sudan dan kelompok para militer Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) bukan persoalan mudah karena melibatkan ribuan pejuang.
“Kedua belah pihak sama-sama memiliki puluhan ribu pejuang, pendukung asing, kekayaan mineral, dan sumber daya lain yang dapat mereka gunakan untuk menghancurkan lawannya,” kata Anwar.
Dengan begitu, Anwar memandang konflik tersebut perlu segera diselesaikan oleh OKI dan PBB karena jika dibiarkan berlarut-larut dapat membuat rakyat Sudan menderita.
Seruan Perdamaian
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, sebelumnya pada Kamis (20/4) telah mendesak tentara Sudan dan pasukan paramiliter untuk segera menghentikan pertempuran dan menyerukan gencatan senjata.
“Ada konsensus kuat untuk mengutuk pertempuran yang sedang berlangsung di Sudan dan menyerukan penghentian permusuhan,” kata Guterres.
Guterres juga menyatakan keprihatinan mendalam atas banyaknya warga sipil yang menjadi korban, situasi kemanusiaan yang buruk dan prospek eskalasi lebih lanjut yang mengerikan.Pertempuran antara tentara militer Sudan dan RSF berlangsung sejak Sabtu (15/4) di Ibu Kota Khartoum dan wilayah sekitarnya./Ant






































