www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home EKONOMI BRI Bidik 57 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro Melalui Layanan Digital
EKONOMIPerbankan & Asuransi

BRI Bidik 57 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro Melalui Layanan Digital

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia, Sunarso
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membidik sekitar 57 juta pelaku usaha ultra mikro yang minim akses pendanaan untuk diberikan fasilitas pinjaman murah via layanan digital. Saat ini baru sekitar 20 persen pelaku usaha ultra mikro yang memiliki akses pembiayaan.

“Mudah-mudahan kami bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya yang semurah mungkin,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/2).

Sunarso menuturkan selama ini sekitar lima juta pengusaha ultra mikro mencari sumber pendanaan dari rentenir atau loan shark dengan bunga tinggi, tujuh juta dari kerabat, dan 18 juta lagi masih bingung harus ke mana mencari pinjaman.

“Kami mencari sasaran yang lebih kecil, tapi jumlahnya banyak. Prosesnya memang harus digital, pelayanan melalui platform digital supaya cepat,” kata Sunarso.

Usaha ultra mikro berada di bawah usaha mikro, dengan plafon penyaluran kredit atau ticket size di bawah Rp10 juta. Tenor pinjamannya bisa lebih pendek, karena banyak dari pelaku usaha ultra mikro membutuhkan pinjaman harian.

Menyasar usaha ultra mikro, lanjut Sunarso, adalah bagian dari strategi emiten berkode saham BBRI tersebut untuk menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru. Selain itu, BRI juga mendorong nasabah mikro dan kecil untuk naik kelas.

Pada 2021, BRI optimistis kredit mampu tumbuh di atas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) yang terjaga di level 83,7 persen dibarengi perbaikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan pada tahun ini perseroan cukup optimis dan percaya diri dengan fokus ke pertumbuhan sektor mikro. Pertumbuhan kredit 2021 ditargetkan di kisaran 6-7 persen dan marjin bunga bersih dijaga di kisaran 6,3 persen.

Kredit yang disalurkan BRI hingga Desember 2020 mencapai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran minus 1 hingga 2 persen./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...