www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 25 April 2026
Home EKONOMI Energi Industri Mesti Adopsi Program ‘Net Zero Emission’
Energi

Industri Mesti Adopsi Program ‘Net Zero Emission’

TRANSISI ENERGI: Transisi energi dari fosil menuju energi bersih yang minim emisi dan ramah lingkungan menjadi arah kebijakan energi nasional ke depan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dunia telah sepakat untuk menetapkan arah pembangunan sektor energi global menuju nol emisi pada 2060. Penurunan emisi karbon harus diawali dengan proses transisi energi di berbagai bidang, khususnya di sektor industri.

Dalam hal ini, perlu adanya jasa rancang bangun dan konstruksi industri yang membuat model ideal pembangunan industri yang ramah lingkungan.  Dalam kegiatan perencanaan industri, terdapat bidang jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) atau jasa rancang bangun dan konstruksi industri sebagai salah satu jasa yang sangat diperlukan dalam membangun ekosistem industri manufaktur.

Inspektur Panas Bumi Ahli Madya, Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM, Pandu Ismutadi mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap energi fosil, padahal Energi Baru Terbarukan (EBT) semakin penting dalam pengembangan perekonomian global dan mengurangi dampak perubahan iklim serta menjaga ketahanan energi.

Mengacu Green RUPTL, pengembangan EBT akan menghasilkan total investasi sekitar US$ 55,18 Miliar serta membuka 281.566 lapangan kerja baru dan mampu mengurangi emisi GRK sebesar 89 juta ton CO2e.

Fokus Proses Transisi Energi

Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa transisi energi khususnya di sektor industri memiliki urgensi yang besar dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE). Untuk mendukung pengembangan pemanfaatan energi bersih pada industri, maka diperlukan perancangan dan pembangunan industri melalui rekayasa pemanfaatan sumber energi bersih.

Kegiatan rancang bangun menjadi hal krusial dalam pentahapan transisi energi pada industri sebab jasa EPC menjadi fase pendahuluan dalam pembangunan industri. Oleh karena itu, sektor EPC memiliki peran penting dalam menggerakkan kemajuan industri sebuah negara, terutama untuk mengoptimalkan potensi sumber daya domestik, seperti pemanfaatan energi hijau dan peningkatan tingkat komponendalam negeri (TKDN).

Dukungan Industri

Terkait dengan kontribusi sektor EPC yang telah dilakukan, SVP Power Mineral, Fertilizer, Overseas Commercial – Rekayasa Industri, M. Agung menyebutkan bahwa Industri EPC mendukung program pemerintah dengan membangun sektor energi terbarukan, salah satunya melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan Pabrik Green Ammonia & Blue Ammonia.

Rekind juga telah membangun 60% Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia. M. Agung juga menambahkan bahwa Industri EPC dapat mendukung pencapaian NZE pada 2060 dengan berperan dalam pembangunan pembangkit energi terbarukan, berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai proyek energi terbarukan, dan melakukan pengembangan teknologi dan transfer knowledge./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Polusi Udara (Ilustrasi/unsplash/ella iunescu)
EKONOMIEnergi

Pembangkit Listrik Tenaga Kayu Berdampak Lebih Buruk bagi Iklim

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran kayu untuk pembangkit...

PTPN III Dorong Ketahanan pangan dan Energi. (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

PTPN III Berkomitmen Dorong Ketahanan Pangan dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus memperkuat perannya dalam...

SKK Migas
Energi

Forum IPA 2026 Akan Berbicara Tentang Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pameran dan konvensi tahunan Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-50...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBALKawasan Global

AS Langgar Kesepakatan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

JAKARTA, Bisnistoday – Situasi politik di Selat Hormuz masih keruh. Garda Revolusi...