JAKARTA, Bisnistoday – Pameran dan konvensi tahunan Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-50 di Jakarta akan membahas ketahanan energi nasional di tengah perubahan geopolitik global. Leadership Rountable Talk (LRT) adalah diskusi yang mempertemukan pemerintah, bisnis, dan pakar energi minyak dan gas.
Di Jakarta, Senin (20/4), Direktur Eksekutif Indonesia IPA Marjolijn Wajong menyatakan, “Forum bersama ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk meningkatkan ketahanan anergi nasional serta menajdi daya tarik investasi sektor energi pada saat dinamika global yang kian dinamis.”
Ia mengatakan bahwa acara Leadership Rountabele Talk ini bertujuan untuk mendorong pemerintah dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam menentukan kebijakan sektor energi.
Mewakili bisnis, kegiatan IPA mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi porsi ekspor minyak mentah kontraktor. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketahanan nasional. Bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan IPA, mereka akan terus mendukung kebijakan pemerintah selama tidak ada pihak yang dirugikan oleh Kontrak PSC.
Marjolijn Wajong menjelaskan, “Kebijakan tersebut tidak akan merugikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) karena dilaksanakan dengan prinsip no gain no loss. Artinya, perusahaan migas yang sebelumnya memiliki kontrak ekspor minyak mentah tetap akan memiliki kepastian penjualan, di mana minyak mentah tersebut akan diserap oleh Pertamina dengan harga yang setara.”
Walau demikian, menurutnya, IPA tetap memberikan masukan terhadap masa transisi implementasi kebijakan tersebut. Pemangku kepentingan mengharapkan pengalihan lifting ke pasokan domestic bisa berajalan lancar supaya tidak memicu fisrupsi kegiatan produksi maupun operasional di lapangan./




