JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/02) ditutup melemah 87,93 poin ke posisi 7.209,74. Sementara indeks LQ45 turun 7,00 poin ke posisi 988,16. Pelaku pasar wait and see menjelang hari pencoblosan Pemilu.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (13/02) mengatakan, pasar keuangan dapat merespon langsung terhadap hasil Pemilu. “Jika hasil Pemilu konsisten dengan ekspektasi pasar, dampaknya mungkin lebih terbatas.”
Perdagangan hari ini merupakan hari terakhir sebelum hari pencoblosan Pemilu 2024 yang termasuk pemilihan presiden dan legislatif, Rabu (14/02). Pasar keuangan dapat merespons secara langsung terhadap hasil Pemilu, dimana apabila hasilnya konsisten dengan ekspektasi pasar, dampaknya mungkin lebih terbatas.
Dari mancanegara, pelaku pasar wait and see rilis inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/2) waktu AS, yang berpotensi mengalami perlambatan, sehingga direspons positif pelaku pasar yang tercermin dari menguatnya aset portofolio berisiko.
Bergerak Negatif
Di awal perdagangan IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik yang meningkat sebesar 0,77 persen.
Sedangkan empat sepuluh turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus sebesar 1,93 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 1,02 persen dan 0,95 persen.
Baca juga: Pemberian Insentif Fiskal Kepada Sektor Pariwisata Disambut Positif, IHSG Menguat
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MKAP, SURI, HYGN, WIDI, dan KOKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, dan ASII.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.223.487 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,04 miliar lembar saham senilai Rp9,98 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 308 saham menurun, dan 245 tidak bergerak nilainya./



