www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home GLOBAL ASEAN ASEAN+3 Perkuat Kerja Sama Keuangan Regional
ASEAN

ASEAN+3 Perkuat Kerja Sama Keuangan Regional

ASEAN+3
PERTEMUAN Para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pertemuan para menteri keuangan serta gubernur Bank Sentral bagi negara anggota ASEAN+3 tahun 2024 digelar di di Tblisi, Georgia (3/5). Dalam pertemuan pelaku kebijakan ekonomi negara anggota ASEAN+3 sepakat saling memperkuat kerja sama pengamanan keuangan regional ditengah ketidakpastian global.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Departemen Komunikasi, Bank Indonesia, Fadjar Majardi dalam keteranganya di Jakarta, kemarin. ASEAN+3 berkomitmen untuk merespons dinamika potensi risiko perekonomian global, termasuk dengan memperkuat jaring pengaman keuangan regional.

“Implementasinya, terdapat penguatan kerja sama keuangan regional melalui inisiatif di bawah Regional Financing Arrangements (RFA) Future Direction, Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), AMRO, Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Disaster Risk Financing (DRF), dan ASEAN+3 Future Initiatives, serta kajian studi beberapa tema strategis seperti Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT),” demikian mengemuka dalam pertemuan AFMGM+3 di Tblisi, menurut keterangan Fadjar.

Pada pertemuan AFMGM+3 ini, mewakili Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, mengapresiasi peranan negara-negara ASEAN+3 dan AMRO dalam upaya untuk terus memperkuat Jaring Pengaman Keuangan Internasional maupun Regional. Dalam keteranganya, Fadjar mengutarakan, hal ini krusial bagi negara ASEAN+3 dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian.

Sementara, Deputi Gubernur Filianingsih menyambut baik kesepakatan yang diraih oleh ASEAN+3 terkait pembentukan Rapid Financing Facility (RFF) dan upaya transisi struktur keuangan  CMIM  menuju ke model yang lebih robust dan reliable sehingga dapat menjamin kepastian financing terutama ketika menghadapi kondisi krisis.

Berbagai hasil (deliverables) pertemuan AFMGM+3 –di bawah Co-Chairmanship Korea Selatan dan Laos pada tahun 2024,– yang kini telah dirintis dan mengalami kemajuan merupakangagasan Indonesia dan Jepang dalam Co-Chairmanship AFMGM+3 pada tahun 2023 lalu.

Secara khusus co-chair  Korea Selatan dan Laos mengapresiasi inisiatif RFF itu. Inisiatif warisan co-chairIndonesia dan Jepang dimaksud, sebagai berikut:

  • Disepakatinya pembentukan RFF. Fasilitas RFF adalah fasilitas keuangan yang menyediakan likuiditas kepada negara ASEAN+3 dalam mata uang US Dollar, Renminbi (RMB), dan Japanese Yen (JPY), sebagai jaring pengaman keuangan tambahan di kawasan di bawah fasilitas yang ada saat ini yaitu CMIM. Fasilitas RFF diyakini dapat memperkuat dan mendukung resiliensi kawasan ASEAN+3 melalui peningkatan akses likuiditas dalam mata uang USD, RMB, dan JPY pada periode adanya kebutuhan balance of payment yang segera akibat tekanan yang bersumber dari eksternal, termasuk bencana alam dan pandemi.
  • Kesepakatan terkait pentingnya reformasi CMIM untuk memperkuat jaring pengaman keuangan regional. Reformasi ini dilakukan melalui eksplorasi struktur pembiayaan fasilitas keuangan di kawasan ASEAN+3 agar efektif dalam mencegah, memitigasi, dan menyelesaikan krisis di masa yang akan datang. Para Menteri dan Gubernur ASEAN+3 juga menyepakati terkait manfaat dari struktur pembiayaan modal disetor (paid-in capital) yang dapat meningkatkan efektifitas jaring pengaman keuangan regional serta rencana kelanjutan studi mengenai berbagai opsi jenis struktur pembiayaan lainnya untuk mendapatkan struktur pembiayaan yang optimal dan relevan untuk diterapkan di ASEAN+3.
  • Penurunan biaya fasilitas keuangan CMIM. Penurunan average margin CMIM tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong agar fasilitas jaring pengaman keuangan regional menjadi lebih terjangkau bagi negara anggota. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari negara-negara anggota ASEAN+3 dalam mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan di Kawasan.

Selanjutnya, hasil diskusi AFMGM+3 2024 akan ditindaklanjuti pada level teknis maupun level Deputi seiring rencana kerja setiap agenda, agar kemudian dilaporkan untuk mendapatkan pengesahan oleh principals pada AFMGM+3 mendatang di Milan, Italia pada tahun 2025./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ilustrasi Gempa (Unsplash/Joachim
ASEAN

Gempa Kuat Guncang Filipina Disertai Peringatan Tsunami

JAKARTA, Bisnistoday - Peringatan tsunami dikeluarkan setelah gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8...

Sara Duterte (dok:Youtube ABN-CBSNews)
ASEANGLOBAL

Wapres Filipina Sara Duterte Kembali Berupaya Dimakzulkan

JAKARTA, Bisnistoday – Parlemen Filipina kembali berupaya memakzulkan Wakil Presiden, Sara Duterte...

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

Bendera Jepang (Ilustrasi/Unsplash/Chris Barbalis)
ASEANGLOBAL

Jepang-Filipina Jalin Kerja Sama di Bidang Teknologi Pertahanan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Pertahanan Jepang dan Filipina menandatangani memorandum yang mencakup...