www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG Menguat Seiring Membaiknya Bursa Global
BURSA & KORPORASI

IHSG Menguat Seiring Membaiknya Bursa Global

IHSG pada akhir perdagangan Kamis (18/1) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir perdagangan pekan ini ditutup menguat 6,76 poin ke posisi 6.086,26. Sementara indeks LQ-45 turun tipis 0,77 poin ke posisi 907,67.

Analis MMC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan penguatan IHSG kali ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional. Hal ini terjadi terkait dengan adanya rilis data GDP China yang cukup baik dan mendekati ekspektasi konsensus analis.

Seperti diketahui bahwa ekonomi China kembali tumbuh hingga 18,5% padakuartal 1/2021 setelah pada kuartal IV/2020 lalu tumbuh 6,5%.

Pada perdagangan Jumat (16/4), IHSG bergerak fluktuatif fluktuatif baik pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan namun berhasil ditutup di zona hijau pada penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana saham sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,05 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor transportasi & logistik masing-masing 1,04 persen dan 0,92 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana saham sektor properti turun paling dalam yaitu minus 0,77 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,25 persen dan minus 0,21 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp251,25 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.054.216 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,76 miliar lembar saham senilai Rp9,58 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 258 saham menurun, dan 176 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Pun Menguat

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, dipicu turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS dan melonjaknya ekonomi China.

Rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.565 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.615 per dolar AS.

Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu mengatakan sentimen positif terlihat dari penguatan Wall Street hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa yang diikuti bursa Asia pagi ini.

“Selain itu, imbal hasil obligasi AS sedang mengalami penurunan dan berada di level terendah satu bulan yaitu 1,53 persen. Ini bisa memicu terjadinya capital inflow bagi Indonesia yang dapat menjadi tenaga bagi rupiah,” ujar Ady./


Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kembali Meraih Penghargaan “Indonesia Best Digital Innovation Award 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025...