www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home EKONOMI Energi Wujudkan Energi Bersih, Pemerintah Fokus Pencapaian Target PLTS 100 GW
Energi

Wujudkan Energi Bersih, Pemerintah Fokus Pencapaian Target PLTS 100 GW

Pameran Kelistrikan
ACARA Launching sekaligus Press Conference Enlit Asia - Electricity Connect 2026 di Jakarta, Jumat (17/4).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday Pemerintah Indonesia kini memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target ambisius sebesar 100 GW. Langkah ini tidak hanya bertujuan menurunkan emisi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan listrik sektor digital, khususnya data center, yang diprediksi tumbuh hingga 20% per tahun di kawasan ASEAN.

“Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Wanhar Abdurrahim saat acara Launching sekaligus Press Conference Enlit Asia – Electricity Connect 2026 di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurutnya, Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan, termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air.

“Melalui Enlit Asia – Electricity Connect 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif.”

Seperti diketahui,  bahwa sektor ketenagalistrikan tengah berupaya keras memenuhi investasi sektor ketenagalistrikan Indonesia yang diestimasi mencapai lebih dari USD 500 miliar demi mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Peran Penting Transisi Energi

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan peran strategis PLN dalam menerjemahkan peta jalan transisi energi menjadi hasil nyata. Dalam sesi Executive Briefing mendatang, PLN memaparkan arah kebijakan operasional yang fokus pada akselerasi proyek energi baru terbarukan (EBT) dan penguatan sistem.

“Melalui acara ini, kami akan memberikan Policy Direction PLN yang jelas, terutama dalam menerjemahkan kebijakan Pemerintah menjadi hasil nyata, mulai dari akselerasi proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan Program Listrik Desa (Lisdes). Selaras dengan tema ‘Powering Regional Sovereignty, Securing Energy System Resilience’ urai Darmawan Prasodjo.

Ia mengungkapkan, PLN hadir untuk menunjukkan berbagai Quick Wins atau capaian nyata yang membuktikan bahwa transisi energi di Indonesia telah berjalan secara konkret melalui digitalisasi jaringan (smart grid) dan penguatan sistem yang tangguh. “Kami mengundang kolaborasi lintas batas untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya bersih dan andal, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung bagi kedaulatan ekonomi Indonesia dan ASEAN di kancah global.”

Enlit Asia – Electricity Connect 2026

Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar mengatakan kolaboras strategis antara MKI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero) dan Clarion Events dalam menghadirkan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 ini mencerminkan komitmen kuat lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor energi.

“Kolaborasi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 menjadi acara penting untuk mendukung dan mempercepat pengembangan sektor energi Indonesia dan ASEAN. Peran asosiasi industri, dalam hal ini MKI, sangat krusial dalam menjembatani kebijakan, kesiapan industri, dan inovasi teknologi dalam transisi energi Kawasan.”

CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland mengatakan “Pendaftaran untuk exhibitor, sponsor, dan peserta resmi dibuka mulai hari ini. Dengan target 11.000 peserta dan 280 exhibitor global, acara ini bukan sekadar pameran, melainkan pusat transaksi teknologi dan investasi energi. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan”.

Clarion Events, bekerja sama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), akan  menyelenggarakan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 pada 22–24 September 2026. Acara ini akan menyoroti sejumlah area prioritas dalam mendorong transisi energi di kawasan, termasuk penyediaan listrik untuk pusat data (data center) di ASEAN, digitalisasi dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta peran energi nuklir.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Seseorang Mengibarkan Spanduk Perdamaian (dok:Unsplash/Alice Donovan)
EnergiGLOBAL

Tiongkok Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS-Iran

JAKARTA, Bisnistoday – Pada akhir pekan kemarin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Serangan Iran
EnergiGLOBAL

Apapun Risikonya, Iran Siap Lanjutkan Perang dengan AS

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran tetap siap...

Energi

Cegah Antrean Panjang, Pengawasan Distribusi BBM Diminta Lebih Diperketat

JAKARTA, Bisnistoday – Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengajak...

IPA Convex
Energi

Sektor Hulu Migas Antisipasi Gejolak Geopolitik dan Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kondisi geopolitik global yang ada saat ini menjadi tantangan...