www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Menkeu Akui Akan Ada Tantangan dalam Penerapan Program Makan Bergizi Gratis
Ekonomi & Bisnis

Menkeu Akui Akan Ada Tantangan dalam Penerapan Program Makan Bergizi Gratis

Makan bergizi gratis
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawai mengakui bahwa akan ada tantangan dalam penerapan program makan bergizi gratis seperti yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Namun, untuk memitigasi tantangan itu, Kementerian Keuangan berencana untuk melakukan reformasi pada sejumlah aspek.

“Kita terus reformasi dari sisi perpajakan, memperkuat institusi, membersihkan dari korupsi, serta meningkatkan investasi di bidang digital, sehingga prosesnya menjadi jauh lebih pasti dan minim korupsi, atau mengurangi interaksi sehingga celah korupsi ditutup,” ujar Sri Mulyani dalam Seminar Nasional Jesuit Indonesia di Jakarta, Kamis (30/05).

Di samping sejumlah upaya tersebut, Kemenkeu juga terus melakukan perbaikan pengelolaan anggaran. Anggaran akan diperkuat, utamanya dalam menahan guncangan dari gejolak perekonomian global.

Lebih lanjut, dia mengatakan tidak ada negara berpendapatan tinggi tanpa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik. Oleh sebab itu, negara akan melakukan berbagai upaya untuk bisa meningkatkan kualitas SDM.

Upaya yang telah dilakukan Kementerian Keuangan selama ini untuk meningkatkan kualitas SDM di antaranya penyediaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan 6 persen, dan jaminan sosial 50 persen dari APBN.

Pemerintah juga turut mendorong dari sisi infrastruktur untuk mendukung produktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Jadi, mau itu dalam bentuk pendidikan, kesehatan, jaminan sosial menggunakan program makan siang atau makanan bergizi, itu semuanya tujuannya untuk memperbaiki SDM,” tambah Menkeu.

Belajar Dari Jepang

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pemerintah Indonesia juga mempelajari program makan siang gratis dari Jepang.

“Indonesia terbuka untuk belajar dari negara-negara yang sudah menyelenggarakan makan siang gratis atau yang saat ini sudah diubah namanya oleh presiden terpilih menjadi program makan bergizi,”  kata Airlangga dalam Nikkei Forum 29th Future of Asia, Tokyo.

Menurut dia, Jepang sudah berpengalaman menerapkan program tersebut sejak akhir Perang Dunia II.

Saat ini, pemerintah juga tengah mempelajari dan melakukan studi banding dengan China terkait program serupa.

Baca juga: Fahri Hamzah: Makan Siang Gratis, Gagasan Strategis Prabowo-Gibran

“Saya rasa banyak negara yang sudah menerapkan program tersebut di mana Indonesia harus belajar bagaimana cara mengimplementasikan itu, terutama oleh pemerintahan selanjutnya,” katanya.

Program makan siang gratis digagas oleh presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dan menjadi program utama yang digaungkan semasa kampanye.

Makan siang gratis yang termasuk ke dalam program anyar dan prioritas itu ditaksir memerlukan anggaran hingga Rp400 triliun

Kategori penerima makan siang gratis, di antaranya anak sekolah, balita dan wanita hamil./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Besar Kelebihan Dana, Kemenkop Dorong Dukung Kopdes

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi besar memberikan dukungan kepada Koperasi...

Proyek Aspal Jalan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemnaker dan TikTok Buka Peluang Kerja Baru Talenta Ekonomi Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Industri Tekstil Indonesia Siap Gandeng India untuk Modernisasi Permesinan

BANDUNG, Bisnistoday -  Pelaku industri tekstil Indonesia siap menjalin kerja sama dengan...