JAKARTA, Bisnistoday- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/4) kembali bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 14,86 poin ke posisi 5.974,48, sementara indeks LQ-45 turun tipis 0,45 poin ke posisi 890,9.
Analis dari Foster Asset Management, Suharto mengatakan sentimen pendorong IHSG pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi dari imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang masih di angka 1,6 persen dan keputusan The Fed mengenai kebijakan moneternya.
Pelaku pasar menanti pengumuman bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), dini hari nanti. Ada ekspektasi The Fed akan memberikan gambaran yang lebih optimis soal kenaikan inflasi dan pemulihan ekonomi. “Untuk sampai minggu ini kemungkinan IHSG masih akan menguat di range 5.970-6.000,” ujar Suharto.
Dibuka menguat, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di teritori positif hingga akhir perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 0,78 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,46 persen dan minus 0,31 persen.
Sedangkan enam sektor meningkat dengan sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 1,18 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang baku masing-masing 1,1 persen dan 0,9 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp474,68 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 822.369 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,07 miliar lembar saham senilai Rp9,71 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 226 saham menurun, dan 169 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah Merosot
Sementara itum kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup melemah jelang pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).
Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.500 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.485 per dolar AS.
“Pasar menantikan pengumuman The Fed dini hari nanti. Ada ekspektasi The Fed akan memberikan gambaran yang lebih optimis soal kenaikan inflasi dan pemulihan ekonomi sehingga yield obligasi AS menguat kembali ke atas 1,6 persen. Posisi sore ini di kisaran 1,64 persen sehingga dolar menguat,” kata Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra./


