JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen eksternal yang kurang menguntungkan diperkirakan masih menyelimuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar global serta pelemahan rupiah masih mewarnai perdagangan, pada Selasa (7/1). Tim Riset Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG bakal bergerak konsolidasi.
“Pada perdagangan Selasa (7/1), IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi, dengan rentang perdagangan di level 7.066 hingga 7.149. Support di level 7.050,” dalam keterangan Tim Riset Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Selasa (7/1).
Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah depresiasi Rupiah yang konsisten berada di atas Rp16.000/dollar AS sejak pertengahan Desember 2024. Tekanan pasar global, bukan fundamental ekonomi Indonesia, merupakan penyebab utama depresiasi ini.
Begitupun, Dolar AS telah mengalami apresiasi yang signifikan terhadap berbagai mata uang, termasuk mata uang utama seperti Yen Jepang, Euro, dan Pound Sterling, serta mata uang negara berkembang seperti Rupiah.
Disisi lain, menurut analisa Tim Mirae Asset Sekuritas, bahwa perekonomian Indonesia masih cukup baik, dengan pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5,0%. Pasar global masih menunggu pelantikan presiden AS Donald Trump pada tanggal 20 mendatang, untuk melihat seberapa jauh dia merealisasikan janji-janjinya.
“Janji-janji kampanyenya menimbulkan kekhawatiran akan prospek ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan, terutama terkait dengan kemungkinan kembali terjadinya tensi dagang China dan AS. Dengan berbagai perkembangan tersebut, pergerakan IHSG masih sulit untuk menguat secara konsisten.”
Rekomendasi Saham :
- Saham JPFA, buy on weakness, Support : 1820, Resistance : 1900, Target price : 1960 (+5.95%), Cut loss : 1810
- Saham DOID, trading buy, Support : 560, Resistance : 600, Target price : 710 (+22.41%), Cut loss : 540
- Saham DMMX, buy on weakness, Support : 224, Resistance : 246, Target price : 246 (+6.67%) Cut loss : 222./




