www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 25 April 2026
Home HEADLINE NEWS Macet di Seputaran Pelabuhan Tanjung Priok, Namarin Desak Menhub Dudy Dievaluasi 
HEADLINE NEWS

Macet di Seputaran Pelabuhan Tanjung Priok, Namarin Desak Menhub Dudy Dievaluasi 

Kemancetan seputaran Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kemarin, ruas-ruas jalan seputaran pelabuhan Tanjung Priok dilanda macet tak bertepi. Situasi ini terjadi akibat tidak mengalirnya arus truk pengangkut peti kemas di dalam area pelabuhan.

Menurut penguasa pelabuhan tersibuk di Indonesia itu -terdiri dari Pelindo dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP- kemacetan terjadi akibat peningkatan arus peti kemas yang akan melakukan receiving-delivering kontainer di Terminal NPCT-1.

Direktur National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai besar kemungkinannya kemacetan disebabkan oleh pelarangan operasi truk dalam masa lebaran 2025.

“Pengambil keputusan dan kebijakan salah hitung atau tidak mempertimbangkan dampaknya (pembatasan truk) tadi,” ungkap Siswanto, Jumat hari ini, Jumat, 18/4.

Lebih jauh diuraikannya, dalam masa sekitar lebaran, banyak kapal yang omit atau menunda sandar. Setelah masa lebaran usai banyak kapal dengan muatan penuh memaksa sandar sehingga banyak terminal kewalahan, tidak hanya di NPCT-1.

Pelindo menguraikan bahwa sesungguhnya pelayanan sisi laut ke dermaga berjalan baik: berth planning berjalan baik, pelayanan pandu/tunda berjalan baik, dan dermaga bisa optimal disandari kapal.

Pelayanan terminal juga berjalan baik: peralatan B/M dalam kondisi siap, performansi B/M di terminal juga cukup baik, tidak ada kendala di gate system.

Yang menjadi masalah adalah pelayanan keluar dari pelabuhan menjadi terkendala karena depo-depo di luar pelabuhan tidak siap, lonjakan arus kendaraan keluar masuk pelabuhan tidak diantisipasi dengan baik.

“Dan, itu merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan untuk memikirkannya sebelum mengambil keputusan pembatasan truk. Sayangnya tidak dilakukan.”

Itu kesalahan besar dan Menhub Dudy Purwagandhy selayaknya dievaluasi atau kalau perlu diganti. Keteledorannya amat mahal bagi perekonomian nasional yang tengah tertatih, pungkas Siswanto./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gedung Ditjen Pajak
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Wacana Windfall Tax Menguat, Akademisi Soroti Keadilan dan Stabilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday - Wacana penerapan windfall tax atau pajak atas keuntungan luar biasa kembali...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Wamendag Roro
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pelaku UMKM Perempuan Didorong Adaptasi Digital Lewat Kolaborasi Kemendag dan Platform E-Commerce

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya...

Wamenaker Afriasyah Noor
HEADLINE NEWSNasional

Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja...