www.bisnistoday.co.id
Kamis , 11 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Macet di Seputaran Pelabuhan Tanjung Priok, Namarin Desak Menhub Dudy Dievaluasi 
HEADLINE NEWS

Macet di Seputaran Pelabuhan Tanjung Priok, Namarin Desak Menhub Dudy Dievaluasi 

Kemancetan seputaran Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kemarin, ruas-ruas jalan seputaran pelabuhan Tanjung Priok dilanda macet tak bertepi. Situasi ini terjadi akibat tidak mengalirnya arus truk pengangkut peti kemas di dalam area pelabuhan.

Menurut penguasa pelabuhan tersibuk di Indonesia itu -terdiri dari Pelindo dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP- kemacetan terjadi akibat peningkatan arus peti kemas yang akan melakukan receiving-delivering kontainer di Terminal NPCT-1.

Direktur National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai besar kemungkinannya kemacetan disebabkan oleh pelarangan operasi truk dalam masa lebaran 2025.

“Pengambil keputusan dan kebijakan salah hitung atau tidak mempertimbangkan dampaknya (pembatasan truk) tadi,” ungkap Siswanto, Jumat hari ini, Jumat, 18/4.

Lebih jauh diuraikannya, dalam masa sekitar lebaran, banyak kapal yang omit atau menunda sandar. Setelah masa lebaran usai banyak kapal dengan muatan penuh memaksa sandar sehingga banyak terminal kewalahan, tidak hanya di NPCT-1.

Pelindo menguraikan bahwa sesungguhnya pelayanan sisi laut ke dermaga berjalan baik: berth planning berjalan baik, pelayanan pandu/tunda berjalan baik, dan dermaga bisa optimal disandari kapal.

Pelayanan terminal juga berjalan baik: peralatan B/M dalam kondisi siap, performansi B/M di terminal juga cukup baik, tidak ada kendala di gate system.

Yang menjadi masalah adalah pelayanan keluar dari pelabuhan menjadi terkendala karena depo-depo di luar pelabuhan tidak siap, lonjakan arus kendaraan keluar masuk pelabuhan tidak diantisipasi dengan baik.

“Dan, itu merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan untuk memikirkannya sebelum mengambil keputusan pembatasan truk. Sayangnya tidak dilakukan.”

Itu kesalahan besar dan Menhub Dudy Purwagandhy selayaknya dievaluasi atau kalau perlu diganti. Keteledorannya amat mahal bagi perekonomian nasional yang tengah tertatih, pungkas Siswanto./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemendag Terbitkan Tiga Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis

JAKARTA, Bisnistoday-  Kementerian Perdagangan menerbitkan tiga Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang masing-masing...

HM Jusuf Kalla
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Jusuf Kalla : Kurangi Pengeluaran Tidak Produktif atau Dihapus Saja!

JAKARTA, Bisnistoday – Pengaruh terhadap ekonomi domestik setidaknya, dua hal terpenting yakni...

Logo BI
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Perkuat Stabilitas Moneter, BI Rate Naik Menjadi 5,50 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...