www.bisnistoday.co.id
Jumat , 3 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Jaga Likuiditas, BNI Atur Strategi Seimbangkan Pertumbuhan dan Risiko Kredit
Korporasi

Jaga Likuiditas, BNI Atur Strategi Seimbangkan Pertumbuhan dan Risiko Kredit

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menempuh langkah konservatif dalam penyaluran kredit di tengah tantangan likuiditas perbankan. Langkah ini dibuktikan dengan ekspansi terukur dalam menyalurkan kredit pada kuartal I-2025 dengan didominasi segmen korporasi yang berkualitas tinggi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, dalam menghadapi ketidakpastian global, BNI tetap fokus memperbaiki kualitas kredit dan menjaga likuditas. ”BNI berfokus untuk memperkuat likuditas dengan menyeimbangkan antara pertumbuhan kredit dan faktor risiko, hal ini terlihat dari kontribusi segmen korporasi berkualitas yang mendominasi penyaluran kredit pada kuartal I tahun ini,” kata Okki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (01/5).

Pada kuartal I-2025, BNI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) menjadi Rp765,47 triliun. Segmen korporasi mendominasi portfolio kredit BNI yakni sebesar 56,6% dan segmen konsumer menjadi kontributor terbesar kedua sebesar18,9%. Sedangkan dari segmen menengah dan kecil, upaya yang dilakukan BNI adalah melalui akuisisi kredit yang menjadi rantai pasok (value chain) dari nasabah korporasi maupun nasabah eksisting lainnya.

Baca juga:Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Dorong Kinerja BNI di Semester I-2024

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), transformasi digital turut menopang peningkatan dana murah. BNI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 5% menjadi Rp819,58 triliun. Komposisi DPK didominasi oleh pertumbuhan tabungan yang solid sebesar 10,2% dan giro yang tumbuh 3,4% YoY. Hal ini menghasilkan komposisi CASA BNI di level 70,5%, meningkat dibandingkan akhir 2024 di level 69,9% . Biaya dana atau cost of fund kuartal I-2025 di level 2,75% secara tahunan dan membaik dibandingkan kuartal I-2024 di level 2,79%.

LDR Menurun

Strategi menjaga likuiditas terlihat dengan menurunnya loan to deposit ratio (LDR) secara kuartalan, dari 96,1% pada kuartal IV-2024 menjadi 93,1% di kuartal I tahun ini. Dengan kelonggaran likuiditas tersebut, BNI akan dapat menumbuhkan kredit sesuai target yang ditetapkan dengan terus menjaga kehati-hatian.

Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) terjaga di level 2% dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9% dari 13,3% pada kuartal I-2024. Perbaikan kualitas ini juga menghasilkan penghematan beban pencadangan yang dibentuk atau credit cost dari 1% menjadi 0,9% yang juga sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirut Bank Jakarta
Korporasi

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday  – Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat...

Asuransi Tri Pakarta
Korporasi

PT Asuransi Tri Prakarta Bukukan Pendapatan  Rp 1,57 Triliun Selama Tahun 2025

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) membukukan pendapatan jasa asuransi...

Bank DKI
Korporasi

Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang, Jakarta Barat

JAKARTA, Bisnistoday - Dukung Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Bank Jakarta...

Public Ekpost
Korporasi

PT DFI Retail Nusantara Tbk Pertahankan Kinerja di Tahun 2025

TANGSEL, Bisnistoday- Dalam paparan kinerja tahun 2025,  PT DFI Retail Nusantara Tbk,...