JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengakui masih banyak tantangan dalam pekembangan dunia kerja dewasa ini. Selain sinergi antar lembaga pemerintah yang saling menguatkan juga terjadi disrupsi dalam industri yang tidak bisa terelakan.
“Sebagai kementerian yang berada di posisi hilir, kebijakan teknis dari kementerian lain sering berdampak langsung terhadap sektor ketenagakerjaan. Di sisi lain, kondisi global juga membawa pengaruh besar terhadap pasar kerja kita,” jelas Menaker, Yassierli di Jakarta, Kamis (1/5).
Ia menyoroti sejumlah tantangan utama ketenagakerjaan saat ini, antara lain peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh, penyempurnaan regulasi dan norma ketenagakerjaan, kesiapan menghadapi perubahan struktur tenaga kerja, serta perlindungan sosial bagi pekerja informal seperti pengemudi dan kurir daring.
Menaker menambahkan, dalam Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Karena itu, Kemnaker terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan secara menyeluruh.
“Sebagai kementerian yang berada di posisi hilir, kebijakan teknis dari kementerian lain sering berdampak langsung terhadap sektor ketenagakerjaan. Di sisi lain, kondisi global juga membawa pengaruh besar terhadap pasar kerja kita,” jelasnya.
Ia menyoroti sejumlah tantangan utama ketenagakerjaan saat ini, antara lain peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh, penyempurnaan regulasi dan norma ketenagakerjaan, kesiapan menghadapi perubahan struktur tenaga kerja, serta perlindungan sosial bagi pekerja informal seperti pengemudi dan kurir daring.
“Tantangan akan semakin besar. Pekerja informal akan terus bertambah seiring kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan pun dituntut untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau,” ucapnya./


