www.bisnistoday.co.id
Kamis , 1 Oktober 2026
Home EKONOMI Energi Perusahaan Kargo Masih Dihantui Lonjakan Biaya Energi
EnergiGLOBALHEADLINE NEWS

Perusahaan Kargo Masih Dihantui Lonjakan Biaya Energi

Seandainya Selat Hormuz dibuka, industri pelayaran bakal terus menghadapi biaya bahan bakar yang tinggi, serta kekhawatiran tentang kemampuan armada mereka untuk berlayar dengan aman ke dan dari Teluk.

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pembukaan kembali Selat Hormuz (seandainya dibuka) tidak akan berdampak signifikan pada arus kargo, karena industri ini bergulat dengan lonjakan tajam biaya energi.

Vincent Clerc, kepala eksekutif grup pelayaran Denmark, Maersk, mengatakan tagihan bahan bakarnya hampir berlipat ganda sejak awal konflik.

Menurt dia, pihaknya harus menambah biaya hingga US$500 juta (£367 juta) per bulan, tetapi mereka telah membebankan hal ini kepada pelanggan mereka melalui tarif pengiriman yang lebih tinggi.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz, baik itu terjadi dalam beberapa hari mendatang atau beberapa bulan mendatang, akan berdampak terbatas pada arus kargo,” katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC News, seperti dilansir Guardian, Kamis (7/5/2026)

Selat Hormuz, jalur pelayaran utama yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia, telah ditutup secara efektif sejak akhir Februari, sehingga memicu kenaikan harga energi.

Pada Rabu lalu, Presiden AS, Donald Trump, menulis di media sosial pribadinya ‘”Dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, penutupan ini akan berakhir sehingga memungkinkan Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA, termasuk Iran.”

Namun, seandainya Selat Hormuz dibuka, industri pelayaran bakal terus menghadapi biaya bahan bakar yang tinggi, serta kekhawatiran tentang kemampuan armada mereka untuk berlayar dengan aman ke dan dari Teluk.

Masih tertahan

Saat ini, lebih dari 800 kapal dan sekitar 20.000 awak kapal masih tertahan di sebelah barat jalur yang sempit tersebut. Minggu ini, Maersk mengatakan sebuah kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, yang dioperasikan oleh anak perusahaannya Farrell Lines, telah keluar dari selat tanpa insiden, didampingi oleh militer AS.

“Faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah, pertama, kemampuan kita untuk mengurangi kenaikan biaya yang tiba-tiba kita harus hadapi,”ujarnya.

“Sejauh ini, kita telah berhasil dengan langkah-langkah pengurangan biaya dan langkah-langkah komersial yang telah kita terapkan untuk mengurangi dampak kenaikan ini terhadap keuangan kita.”

Namun ia menambahkan bahwa “efek sekunder” dapat berupa inflasi yang lebih tinggi dan penurunan permintaan, yang dapat menciptakan lingkungan pasar yang melemah di paruh kedua tahun ini.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Transmisi tegangan tinngi
Energi

LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter dan Kebutuhan Wilayah

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa...

kabel Udara
Energi

Listrik Jampang Kulon Dinilai Buka Peluang Investasi di Selatan Jawa Barat

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dinilai...

Pantai Batam
HEADLINE NEWS

Investasi Asing : Kunci Batam menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

BATAM, Bisnistoday.co.id- Batam memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi salah satu...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terperosok, Tekanan Eksternal dan Rupiah Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tekanan eksternal kembali membayangi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham...