www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 19 September 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Waspada! Kekurangan Zat Besi Bisa Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak
Sport & Health

Waspada! Kekurangan Zat Besi Bisa Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu ancaman serius yang tersembunyi bagi kesehatan bangsa dan bisa berdampak besar terhadap generasi muda Indonesia.

Kondisi ini terjadi karena banyak yang belum menyadari bahwa defisiensi zat besi tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kemampuan belajar, konsentrasi, dan performa anak.

I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Dokter Spesialis Anak mengatakan bahwa, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang bisa berdampak besar pada performa dan masa depan anak.

“Indonesia masih menduduki posisi ke empat sebagai negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara, di mana 1 dari 3 anak dan perempuan usia produktif di Indonesia masih mengalami defisiensi zat besi,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11)

Secara biomedis, zat besi adalah salah satu elemen yang membentuk inti kehidupan manusia. Hemoglobin pada sel darah merah yang menjadi kendaraan oksigen dan sejumlah gizi penting untuk tubuh, memiliki struktur besi yang krusial.

Ketika asupan zat besi tidak tercukupi, tubuh kehilangan kemampuan memproduksi hemoglobin yang cukup, menyebabkan otak kekurangan oksigen. Efeknya bukan hanya pada fisik yang lemah, tetapi juga pada kapasitas kognitif.

“Kekurangan oksigen di otak menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, kecemasan, dan bahkan depresi. Kondisi tersebut bisa membuat kebugaran dan ketangkasan berpikir menurun yang tentu saja bisa membuat prestasi belajar dan produktivitas kerja jadi menurun,” tutur Tiwi.

Agar asupan Zat Besi bisa terpenuhi dengan optimal, penting untuk memastikan asupan gizi lengkap dan seimbang terutama protein hewani (zat besi heme) seperti daging merah, hati ayam, telur, ikan atau dari sumber nabati (zat besi non-heme) seperti kacang-kacangan dan bayam.

“Jika dibutuhkan untuk pemenuhan zat besi selain dari makanan harian sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan, juga dapat dilengkapi dengan jenis makanan atau minuman yang difortifikasi kombinasi Zat Besi dan Vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi hingga dua Kali lipat,” jelasnya.

Kalkulator Zat Besi

Ray Wagiu Basrowi, Medical Science Director Sarihusada mengatakan, memerangi anemia defisiensi besi salah satunya bisa dilakukan melalui penggunaan kalkulator zat besi.

“Kalkulator zat besi dapat digunakan secara mudah dan mandiri yang bisa diakses melalui website www.generasimaju.co.id dan dapat dijadikan sebagai alat pemantauan berkala sebelum pemeriksaan selanjutnya oleh pelayan kesehatan. Hasilnya bisa diketahui hanya kurang dari 3 menit,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Penampilan tim voli putri Indonesia saat melawan Jepang di Asian Games 2026 (Dok:Antara)
Sport & Health

Kontingen Indonesia Tampilkan Budaya Batak di Pembukaan Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Asian Games ke-20, resmi dibuka Sabtu (19/9/2026) sore ini,...

Petenis Jerman, Alexander Zverev (dok:Reuters)
Sport & Health

Kalahkan Ben Shelton, Alexander Zverev Raih Trofi AS Terbuka

JAKARTA, Bisnistoday – Petenis Jerman Alexander Zverev akhirnya meraih gelar AS Terbuka...

Ketua PP PBVSI Imam Sudjarwo (tengah) saat melepas keberangkatan tim voli Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. (dok:Adi/Bisnistoday)
Sport & Health

Tim Voli Pantai Putra Bidik Medali Emas di Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI)...

Sport & Health

Bambang Widjanarko Setio: Sabuk Emas Kapolri Jadi Momentum Lahirnya Juara Baru Tinju Profesional Indonesia

Jakarta, Bisnistoday -Perhelatan Olahraga bertajuk Perebutan Sabuk Emas Kapolri, tidak hanya menjadi tontonan...