www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Waspada! Kekurangan Zat Besi Bisa Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak
Sport & Health

Waspada! Kekurangan Zat Besi Bisa Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu ancaman serius yang tersembunyi bagi kesehatan bangsa dan bisa berdampak besar terhadap generasi muda Indonesia.

Kondisi ini terjadi karena banyak yang belum menyadari bahwa defisiensi zat besi tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kemampuan belajar, konsentrasi, dan performa anak.

I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Dokter Spesialis Anak mengatakan bahwa, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang bisa berdampak besar pada performa dan masa depan anak.

“Indonesia masih menduduki posisi ke empat sebagai negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara, di mana 1 dari 3 anak dan perempuan usia produktif di Indonesia masih mengalami defisiensi zat besi,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11)

Secara biomedis, zat besi adalah salah satu elemen yang membentuk inti kehidupan manusia. Hemoglobin pada sel darah merah yang menjadi kendaraan oksigen dan sejumlah gizi penting untuk tubuh, memiliki struktur besi yang krusial.

Ketika asupan zat besi tidak tercukupi, tubuh kehilangan kemampuan memproduksi hemoglobin yang cukup, menyebabkan otak kekurangan oksigen. Efeknya bukan hanya pada fisik yang lemah, tetapi juga pada kapasitas kognitif.

“Kekurangan oksigen di otak menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, kecemasan, dan bahkan depresi. Kondisi tersebut bisa membuat kebugaran dan ketangkasan berpikir menurun yang tentu saja bisa membuat prestasi belajar dan produktivitas kerja jadi menurun,” tutur Tiwi.

Agar asupan Zat Besi bisa terpenuhi dengan optimal, penting untuk memastikan asupan gizi lengkap dan seimbang terutama protein hewani (zat besi heme) seperti daging merah, hati ayam, telur, ikan atau dari sumber nabati (zat besi non-heme) seperti kacang-kacangan dan bayam.

“Jika dibutuhkan untuk pemenuhan zat besi selain dari makanan harian sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan, juga dapat dilengkapi dengan jenis makanan atau minuman yang difortifikasi kombinasi Zat Besi dan Vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi hingga dua Kali lipat,” jelasnya.

Kalkulator Zat Besi

Ray Wagiu Basrowi, Medical Science Director Sarihusada mengatakan, memerangi anemia defisiensi besi salah satunya bisa dilakukan melalui penggunaan kalkulator zat besi.

“Kalkulator zat besi dapat digunakan secara mudah dan mandiri yang bisa diakses melalui website www.generasimaju.co.id dan dapat dijadikan sebagai alat pemantauan berkala sebelum pemeriksaan selanjutnya oleh pelayan kesehatan. Hasilnya bisa diketahui hanya kurang dari 3 menit,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Primaya Hotel
Sport & Health

Primaya Hospital Dorong Gerakan Jakarta Bebas Katarak

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Seiring peringatan World Sight Day 2026 di Bulan Oktober,...

Sport & Health

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, Lahirkan Atlet Berjenjang dari Daerah hingga Nasional 

Jakarta, Bisnistoday.co.id - Pengembangan atlet esports membutuhkan proses pembinaan yang terarah dan...

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19. (dok: Humas PP PBVSI)
Sport & Health

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PP PBVSI bakal menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli...

Sport & Health

Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C Hadir dengan Antioksidan Lebih Kuat

Jakarta, Bisnistoday.co.id – Swisse menghadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C...