JAKARTA, Bisnistoday- Piazza Gandaria City berubah menjadi arena basket mini selama tiga hari penuh, 7–9 November 2025, dalam gelaran “Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta – Road to Final”. Acara ini menjadi ajang pemanasan menuju puncak final DBL Jakarta yang akan digelar di Indonesia Arena pada 21 November mendatang.
Diselenggarakan oleh DBL Indonesia, ajang ini menampilkan berbagai kategori pertandingan seperti Mainbasket 3×3 (SMP, Alumni, Corporate), 1on1 Competition, serta DBL Dance Competition yang meramaikan suasana. Tak hanya pertandingan, acara ini juga menghadirkan hiburan, sesi interaktif dengan pemain, hingga booth sponsor yang membuat atmosfer basket semakin terasa di pusat perbelanjaan.
Menurut panitia acara, Fadli Hidayat, pemilihan Gandaria City sebagai venue bukan tanpa alasan. “Kami ingin menghadirkan semangat basket ke ruang publik. Bukan cuma di arena tertutup, tapi juga di tempat masyarakat bisa ikut menikmati. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga bentuk budaya anak muda yang positif,” ujar Fadli kepada Bisnistoday.co.id, Minggu, (9/11).
Konsep ini terbukti berhasil menarik perhatian pengunjung. Sejak hari pertama, area Piazza dipenuhi penonton dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, alumni, hingga keluarga yang ingin menikmati hiburan akhir pekan dengan nuansa olahraga.
Salah satu penonton, Sinta Ramadhani (20), mengaku datang bersama teman-temannya dari kampus hanya untuk menonton 1on1 Competition. “Atmosfernya seru, bisa lihat langsung pemain-pemain muda bertanding di tempat umum itu pengalaman yang beda. Aku juga suka ada dance competition-nya, bikin acaranya makin hidup,” ujarnya.
Selain pertandingan, penonton juga dapat mengikuti berbagai games interaktif dari Kopi Good Day dan Honda serta dapat berfoto di booth bertema basket.
Dari kategori 1on1 Competition, laga sengit antara Wironggo Alberic Vercaemer (Alumnus SMA Olifant Yogyakarta, Runner Up DBL D.I. Yogyakarta 2024) melawan Rasyid berakhir dengan skor 2-1 untuk Wironggo. Ia mengaku senang bisa tampil di ajang ini sebelum menuju final besar di Indonesia Arena.
“Road to Final ini penting banget buat pemanasan. Rasanya beda tampil di ruang publik, banyak yang nonton langsung, jadi tantangan tersendiri buat mental pemain,” ungkap Wironggo.
Tim SMP Jubilee Jakarta dan Tim SMP Dian Harapan juga tampil impresif dalam kategori 3×3. Sementara di kategori alumni, Tim SMA Al-Maruf Jakarta menunjukkan performa kuat dan berpeluang besar melaju ke babak final utama.
Selain berkompetisi, ajang ini juga menjadi wadah edukasi dan pembentukan karakter bagi pelajar. “DBL sejak awal berdiri selalu menjunjung semangat Student Athlete First, Winning Second. Jadi, yang utama itu pembentukan karakter, sportivitas, dan kerja sama tim,” tambah Fadli, panitia DBL Indonesia.
Acara ini menggunakan sistem pertandingan eliminasi cepat (Sweet 16 – Big 8 – Final) dan melibatkan wasit bersertifikat serta panitia mahasiswa (DBL Crew) untuk menjaga jalannya kompetisi tetap profesional.
Selama tiga hari pelaksanaan, “Road to Final” bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana olahraga bisa menyatukan berbagai kalangan. “Kami senang bisa terlibat langsung. DBL itu bukan cuma pertandingan, tapi juga gerakan sosial yang menumbuhkan minat olahraga di kalangan muda,” tutur Dewi Lestari, mahasiswa relawan DBL Crew.
Dengan semangat sportivitas dan energi muda yang meluap, “Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta – Road to Final” berhasil menunjukkan bahwa basket bukan hanya olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup dan identitas generasi muda Indonesia.
Final utama yang akan digelar di Indonesia Arena pada 21 November 2025 pun kini dinantikan sebagai puncak dari perjalanan panjang kompetisi yang penuh semangat, kolaborasi, dan inspirasi.(E2-KHAYLILA)


