JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menggelar acara silaturahmi nasional sekaligus peluncuran logo Musyawarah Nasional VI APKLI-P di Balai RW 7 Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, yang menegaskan komitmen organisasi untuk mengawal pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen pada tahun 2029.
Dalam sambutannya, dr. Ali Mahsun menyerukan semangat kebangsaan dan persatuan sebagaimana diwariskan para pahlawan kemerdekaan. “Kita tidak boleh menjadi bangsa yang tunduk pada kepentingan asing. Indonesia adalah negeri kaya raya memiliki tambang, gas, hutan, laut, dan budaya yang luar biasa. Semua itu harus dikelola tanpa kebocoran, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, bila pengelolaan kekayaan alam dilakukan secara transparan dan berpihak kepada rakyat, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukanlah mimpi. “Setiap bayi yang lahir harus mendapat jaminan masa depan. Saya yakin bila sumber daya bangsa ini dikelola dengan benar, setiap anak Indonesia bisa punya saldo awal Rp15 juta di rekeningnya,” tegas Ali Mahsun.
Selain menyuarakan target ekonomi nasional, Ketua Umum APKLI-P juga menyampaikan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat serta pemberdayaan UMKM dan pedagang kecil di seluruh Indonesia.
“APKLI-P siap mendampingi 100 juta UMKM hingga tahun 2030 sebagai tulang punggung ekonomi bangsa. Kami juga mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta dalam mengintegrasikan pasar rakyat dan menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan di tingkat RW,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dr. Ali Mahsun juga menginstruksikan seluruh pengurus DPD dan DPC APKLI-P di seluruh Indonesia untuk mempercepat gerakan pendirian Warung Kelontong Betawi (WARKOBI) di tiap RW. “Minimal tiga Warkop di setiap RW di DKI Jakarta harus segera hadir. Ini adalah bentuk nyata ekonomi rakyat yang mandiri,” tandasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan potong tumpeng sebagai simbol harapan agar Indonesia memasuki era keadilan dan kemakmuran 2024–2030, di mana rakyat kecil dan UMKM menjadi pilar utama pembangunan nasional.//




