JAKARTA, Bisnistoday – Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik bahasan utama pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, di Washington, pekan ini. Konflik di Timur Tengah yang telah mengguncang perekonomian dunia itu, menjadi topik pembicaraan para delegasi peserta.
Akibat perang yang telah berlangsung lebih dari enam pekan itu telah menyebabkan guncangan energi paling parah sejak tahun 1970-an, dan berpotensi memicu risiko resesi global.
“Beberapa negara panik,” kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, saat berbicara kepada para menteri keuangan dan kepala bank sentral pada pertemuan itu. “Semakin cepat perang Iran berakhir, semakin baik untuk semua orang,” tegasnya.
Menurut seorang pejabat senior IMF, pertemuan semacam itu biasanya tidak untuk memperdebatkan pertempuran geopolitik. “Anda tidak akan melihat orang saling berteriak dalam pertemuan seperti ini,” katanya. “Tetapi kini tidak seorang pun dapat mengabaikan kerusakan yang semakin meningkat akibat perang Iran.”
Mereka yang mengetahui suasana saat sarapan di pertemuan perwakilan G20 mengatakan suasana di ruangan itu suram.
Khawatir
“Pertemuan ini seperti berada di zona senja,” kata Mohamed El-Erian, mantan Wakil Direktur Pelaksana IMF yang sekarang menjabat sebagai kepala penasihat ekonomi di grup asuransi Allianz.
“Ada beberapa bayangan yang menyelimutinya: pertama, bayangan yang berasal dari kekhawatiran tentang ekonomi global secara keseluruhan. Kedua, beberapa negara akan sangat terpukul, dan sebagian besar adalah negara-negara yang jarang dibicarakan orang,” ujarnya.
“ Tetapi kekhawatiran ketiga adalah kenyataan bahwa AS, yang memulai perang akan terpukul, tetapi jauh lebih ringan daripada di tempat lain.”
Sebelum perang, agenda pertemuan IMF adalah tentang kerja sama global; adopsi AI, lapangan kerja, dan upaya pemberantasan kemiskinan. Masing-masing tugas tersebut kini menjadi rumit, tetapi yang terpenting adalah tugas negara-negara untuk bekerja sama.
Bagi banyak orang dalam pertemuan tersebut, fokusnya adalah pada pembentukan kerja sama global yang lebih erat tanpa negara adidaya terkemuka di dunia.//




