JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara aktif terlibat dalam perundingan dengan Iran yang bertujuan untuk meningkatkan jalur yang aman bagi kapal yang melalui Selat Hormuz.
Berbicara kepada wartawan di Washington, Selasa (4/8/2026) Rubio mengatakan para perunding dari Iran dan Oman sedang berupaya untuk menambah jumlah kapal yang dapat transit dengan aman di jalur tersebut
“Ada kemajuan dalam perundingan tersebut, namun belum ada penyelesaian akhir,” kata Rubio. “Kami berharap hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.”
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan optimisme bahwa terobosan akan segera terjadi. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Bessent mengatakan Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali koridor pelayaran terpenting di dunia tersebut, pada hari Selasa atau Rabu.
Terlepas dari komentar para pejabat AS, pihak berwenang Iran terus menyangkal terlibat dalam negosiasi langsung dengan Washington. Mereka malah menyatakan bahwa perundingan ini dimediasi Oman, yang sering bertindak sebagai mediator antara kedua negara selama periode ketegangan meningkat.
Iran juga telah menginstruksikan kapal-kapal komersial untuk hanya menggunakan rute pelayaran yang disetujui oleh Teheran saat transit di Selat Hormuz. Ini menunjukkan kendali Iran atas navigasi di wilayah tersebut.
Menurut televisi pemerintah Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan negosiasi yang melibatkan Oman mengalami kemajuan, baik pada tingkat teknis maupun politik.
Harga Energi
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, yang berfungsi sebagai salah satu rute transit energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam cair global melewati jalur perairan sempit ini setiap hari, sehingga gangguan apa pun menjadi kekhawatiran utama bagi pasar energi internasional dan perdagangan global.
Ketegangan di kawasan ini telah berulang kali mengancam kebebasan navigasi, dan perusahaan pelayaran menghadapi risiko keamanan yang semakin tinggi selama periode konflik antara Iran dan Amerika Serikat dan sekutu regionalnya. Oman telah lama memainkan peran diplomatik yang netral, memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran mengenai berbagai masalah keamanan dan politik.
Jika negosiasi saat ini menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan lebih banyak kapal untuk transit dengan aman melalui Selat Hormuz, hal ini dapat membantu mengurangi ketegangan regional, meningkatkan keamanan maritim, menstabilkan pengiriman energi, dan memberikan jaminan kepada pasar global.
Namun, karena belum tercapainya kesepakatan akhir dan Iran terus menolak pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, ketidakpastian mengenai hasil perundingan masih tetap ada.//







































