JAKARTA, Bisnistoday- Aksi beli oleh investor asing terus berlanjut. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (3/6) ditutup menguat 59,94 poin atau 0,99 persen ke posisi 6.091,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 14,87 poin atau 1,64 persen ke posisi 919,11.
“Penguatan IHSG mostly karena inflow asing. Di regional, kita relatif lebih kondusif dibanding negara-negara lain. Belum lagi mau ada kebijakan untuk mengurangi tax shortfall,” kata Analis Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi di Jakarta, Kamis (3/6).
Menurut Wafi, dengan situasi Covid-19 dan juga makro ekonomi yang lebih kondusif tersebut, investor berekspektasi perekonomian Indonesia akan lebih baik dibandingkan negara lain.
Dibuka menguat, IHSG relatif nyaman berada di zona hijau pada meski sempat melemah sebentar di sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG terus bergerak naik dan ditutup di teritori positif.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 12,82 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor keuangan masing-masing 1,53 persen dan 1,34 persen.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam yaitu minus 0,71 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor perindustrian masing-masing minus 0,7 persen dan minus 0,27 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp1,15 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.187.879 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,03 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 258 saham menurun, dan 157 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Merosot
Sementarana itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.285 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.280 per dolar AS.
“Indeks dolar menguat seiring investor yang sekarang menunggu data ekonomi utama AS termasuk klaim pengangguran awal yang akan dirilis hari ini, untuk petunjuk tentang prospek ekonomi dan keputusan kebijakan The Fed,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Pelaku pasar juga menanti data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis pada Jumat (4/6) besok.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.272 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.268 per dolar AS hingga Rp14.312 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah menjadi Rp14.297 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.276 per dolar AS./




