JAKARTA, Bisnistoday – Binawan Group bersama AOTS Jepang sepakat dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan khususnya perawat untuk dididik sebagai perawat guna memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di Jepang. Melalui kerja sama ini, Binawan Group akan mendapatkan bantuan pelatihan selain penempatan tenaga kerja perawat lansia atau caregiver di Jepang.
“Pendandatangan kerja sama antara AOTS dengan Binawan Group Jakarta, sebagai tanda dimulainya kerja sama AOTS dan Binawan dalam rangka penempatan pekerja ke Jepang. Diharapkan kerja sama ini tidak hanya bidang penempatan, juga AOTS membantu training yang akan diberikan bagi calon tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang,” ungkap Saleh Alwaini, Founder dan Presdir Binawan Group.
Saleh Alwaini mengungkapkan dalam kegiatan MoU Singing Ceremony Between AOTS Japan and Binawan Foundations di Jakarta, Rabu (29/6). Acara ini dihadiri Presdir AOTS Japan, Shinya Kuwayama, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor.
“Semoga kerja sama ini dapat membuahkan hasil yang baik untuk bangsa Indonesia dan Jepang khususnya yang sangat memerlukan tenaga kerja Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kerja sama ini,” tambahnya.
Wamen Tenaga Kerja, Afriansyah Noor menuturkan, Indonesia mengalami bonus demografi seiring data BPS per September 2020 lalu, pendudukn Indonesia berjumlah 270,2 juta jiwa dengan 70,73% merupakan usia produktif. Sebanyak 25,5 % merupakan generasi milenial dengan usia 24-39 tahun.
Sedangkan dari jumlah usia produktif tersebut tidak semua mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan pasar. Akibatnya sejumlah angkatan kerja ini tidak terserap oleh pasar.
Disisilain, dunia kerja sekarang harus dihadapkan dengan tantangan revoluasi industri. Dengan digitalsiasi ini ada sejumlah pekerjaan yang perlahan menghilang dan juga ada jenis pekerjaan yang terlahir dengan penyerapan jumlah pekerjaan baru. Tingkat pengangguran sekarang sejitar 5,5% atau berjumlah sekitar 11,5 juta jiwa. “Kondisi ini harus segera direspon cepat dan sigap,” terangnya.
Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut Afriansyah Noor, telah menyiapkan strategi Sembilan langkah lompatan. Strategi tersebut antara lain, transformasi balai latihan kerja, program link and match, trasformasi kesempatan kerja, talenta, visi industrial dan lainnya.
Terkait kerja sama Binawan dengan AOTS ini, lanjut Afriansyah Noor, Kemenaker mendukung penuh kerja sama ini. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah dukungan penyiapan tenaga kerja, dan menyiapkan potensi kerja agar terjadi peningkatan daya saing. “Kerja sama ini akan memperluas peluang kerja luar negeri, ke Jepang melalui skill dan kompetensi khusus,” tuturnya.
Dengan jalinan kerja sama ini tambah Afriansyah, dapat memperluas dan meningkatkan skill pekerja formal. Begitupun, kerja sama ini dapat berperan positif untuk meningkatkan perekonomian dan kualitas skill dan kompetensi tinggi di luar negeri. “Kerja sama ini merupakan dukungan kongret, khususnya link and match dan perluasan tengaga keraja ke luar negeri,” tutur Afriansyah Noor./







































