www.bisnistoday.co.id
Senin , 19 Oktober 2026
Home EKONOMI Aset Bank Syariah Indonesia Capai Rp214,6 triliun
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Aset Bank Syariah Indonesia Capai Rp214,6 triliun

Social Media

JAKARPTA, Bisnistoday- Bank Syariah Indonesia Tbk, yang merupakan bank syariah BUMN hasil penggabungan, bakal memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti Rp20,4 triliun.

“Jumlah aset dan modal inti itu menempatkan bank hasil penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset,” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (11/12).

Selain itu, lanjut dia, juga menjadikan Bank Syariah Indonesia sebagai 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

Ia menyampaikan bahwa rencana penggabungan usaha bank syariah BUMN, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) kian dimatangkan.

Pada Jumat, perubahan ringkasan rancangan penggabungan usaha (merger) yang memuat tambahan penjelasan ihwal struktur, nama, dan logo bank baru telah dilakukan.

Nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRIsyariah Tbk selaku bank yang menerima penggabungan bilamana seluruh prosesnya telah tuntas.

Disebutkan, kantor pusat Bank Hasil Penggabungan akan berada di Jl. Abdul Muis No 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS.

Bank hasil penggabungan itu akan melakukan kegiatan usaha pascamerger di kantor pusat, cabang, dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Hery yang juga Direktur Utama Bank Syariah Mandiri menyampaikan perubahan ringkasan rencana merger juga memuat rancangan perubahan struktur organisasi bank yang menerima penggabungan yakni BRI Syariah.

“Pascamerger, bank hasil penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 direksi,” katanya.

Ia menambahkan nama-nama tiap direksi, dewan komisaris dan dewan pengawas syariah (DPS) bank hasil penggabungan akan dibahas dalam RUPSLB BRIS yang diperkirakan dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Ia merinci 10 posisi direksi yang akan mengelola jalannya usaha bank hasil penggabungan terdiri atas direktur utama, dua posisi wakil direktur utama, dan masing-masing satu direktur wholesale & transaction banking.

Kemudian, direktur retail banking; sales & distribution; information  technology & operations; risk management; compliance & human capital;  dan finance & strategy./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Munas IMA di Bandung Bertepatan dengan HUT ke-30, Soroti Peran Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Saing Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Indonesia Marketing Association (IMA) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di...

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...

LPS siapkan regulasi mengenai model kepesertaan Penjaminan Polis Asuransi.
Perbankan & Asuransi

Upaya LPS Mendongkrak Kepercayaan pada Industri Asuransi

BALI, Bisnistoday.co.id - Ketika seseorang membeli polis asuransi, ia sesungguhnya melakukan sesuatu...

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan
EKONOMI

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnostoday.co.id— PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meraih dua penghargaan...