JAKARTA, Bisnistoday- Aksi beli oleh investor asing mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada perdaganga akhir pekan, Jumat (28/5). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,79 poin ke posisi 5.848,62, sementara indeks LQ-45 naik 2,92 poin keposisi 866,67.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan pada perdagangan selama sepekan ini inflow asing sekitar Rp2,1 triliun. Secara teknikal, kata dia, IHSG hari ini juga menguat, hal ini juga didukung pergerakan bursa global yang cenerung menguat.
“Penguatan IHSG kali ini juga didukung rilis data ekonomi baik dalam negeri ataupun di AS yang relatif cukup baik, meskipun harus diwaspadai juga perkembangan kasus Covid-19 yang menyebabkan penguncian atau lockdown di berbagai negara,” kata dia, Jumat (28/5).
Baca juga : Asing Lakukan Aksi Beli, IHSG Ditutup Menguat
Pada perdagangan kali ini, IHSG relatif nyaman berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG cenderung fluktuatif hingga akhirnya ditutup naik.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur paling dalam yaitu minus 2,36 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 1,15 persen dan minus 0,41 persen.
Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor keuangan dan sektor barang baku naik paling tinggi yaitu masing-masing 0,9 persen, diikuti sektor barang konsumen 0,56 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp1,3 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.094.657 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,26 miliar lembar saham senilai Rp12,92 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 271 saham menurun, dan 171 saham stagnan.
Rupiah Pun Menguat
Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.285 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.288 per dolar AS.
“Kelihatannya ini terpengaruh oleh gerak dolar ya, setelah kemarin rupiah tidak terdampak banyak atas keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunganya,” kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia seperti dikutif Antara.
Baca juga : BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, IHSG dan Rupiah Menguat
Menurut Nikolas, dolar AS menguat akibat data klaim pengangguran yang lebih sedikit dari sebelumnya serta ditambah data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama yang masih menunjukkan adanya pertumbuhan.
Data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS dirilis 406.000 klaim, lebih rendah dari ekspektasi 427.000 klaim yang artinya jumlah pengangguran berkurang dan merupakan yang terendah sepanjang pandemi.
Nikolas menuturkan kenaikan dolar AS dan keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan, terlihat memberikan sedikit tahanan pada nilai rupiah di akhir pekan ini.
“Sementara para pelaku pasar bisa saja lebih wait-and-see dan stay away dari pasar karena libur yang ada dalam beberapa hari ke belakang dan di pekan depan,” ujar Nikolas./



