JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (25/5) ditutup menguat 52,21 poin ke posisi 5.815,84. Sementara indeks LQ-45 naik 6,32 poin ke posisi 864,93.
Analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, Selasa (25/5) mengatakan pada perdagangan hari ini banyak sentimen positif, di antaranya penguatan indeks di bursa Wall Street, kedatangan bahan baku vaksin Sinovac sebanyak 8 juta, groundbreaking pabrik baterai, dan keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen.
Seperti diketahui bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.
Bank sentral menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, serta upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempercepat upaya pemulihan ekonomi.
Dibuka menguat, IHSG relatif nyaman berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dengana sektor transportasi dan logistik paling dalam yaitu minus 1,88 persen, diikuti teknologi dan barang konsumen primer masing-masing minus 0,4 persen dan minus 0,06 persen.
Sedangkan delapan sektor meningkat yakni energi naik paling tinggi yaitu 1,4 persen, diikuti keuangan dan infrastruktur masing-masing 1,33 persen dan 1,27 persen.
Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp408,14 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.109.064 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,12 miliar lembar saham senilai Rp11,77 triliun. Sebanyak 283 saham naik, 209 saham menurun, dan 153 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 189,37 poin atau 0,67 persen ke 28.553,98, indeks Hang Seng naik 498,6 poin atau 1,75 persen ke 28.910,86, dan indeks Straits Times meningkat 22,46 poin atau 0,72 persen ke 3.146,07.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup menguat seiring ditahannya suku bunga acuan Bank Indonesia.
Rupiah ditutup menguat 27 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.328 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per dolar AS.
“Penguatan rupiah hari ini seiring turunnya dolar karena komentar dari pejabat The Federal Reserve meredakan kekhawatiran investor tentang inflasi yang tak terkendali,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 89,613, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 89,844.
Dolar AS tertekan aksi jual investor di tengah menurunnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,591 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,608 persen./



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)





















