www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Awal Pekan IHSG dan Rupiah Melemah
Bursa

Awal Pekan IHSG dan Rupiah Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Senin (04/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (04/03) ditutup melemah  35,16 poin ke posisi 7.276,75. Sementara indeks LQ45 turun 5,94 poin ke posisi 981,95. Pelemahan dipengaruhi oleh turunnya sejumlah saham sektor teknologi.

Tim Riset Pelarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (04/03) menyebut, IHSG melemah karena sikap wait and see para pelaku pasar di tengah penantian hasil rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang dijadwalkan akan selesai pada 20 Maret 2024.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat di mana sektor energi paling tinggi yaitu 0,24 persen, diikuti sektor industri yang naik sebesar 0,20 persen.

Sembilan sektor terkoreksi di mana sektor teknologi turun paling dalam minus 2,66 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang masing-masing minus 0,72 persen dan 0,67 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NICE, MBWPT, ACRO, JARR dan FIRE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SURI, ALII, KICI, MUTU, dan AHAP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.242.050 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,65 miliar lembar saham senilai Rp7,86 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 321 saham menurun, dan 254 tidak bergerak nilainya.

Rupiah Merosot

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada Senin, ditutup merosot menjadi Rp15.742 per dolar AS akibat kenaikan inflasi di Indonesia.

Pada akhir perdagangan Senin, rupiah melemah 38 poin atau 0,24 persen menjadi Rp15.742 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.704 per dolar AS.

“Kinerja rupiah bergerak melemah dampak dari rilis data dalam negeri akhir pekan lalu,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva seperti dikutif Antara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi yang mengalami kenaikan di atas ekspektasi pasar yakni sebesar 2,75 persen year on year (yoy), akan tetapi masih dalam rentang target pemerintah 1,5-3,5 persen.

Taufan menuturkan inflasi pada Februari 2024 itu disebabkan oleh kelompok bahan makanan, antara lain beras, cabai merah, daging ayam, tomat, dan bawang putih, serta gula pasir.

Di luar makanan dan minuman, emas perhiasan, angkutan udara dan kontrak rumah rumah turut memberikan andil signifikan.

Namun, adanya katalis positif dari Amerika Serikat (AS) memberikan optimisme untuk penguatan rupiah, yang bersumber dari pergerakan dolar AS yang melemah pascarilis angka PMI Manufaktur ISM yang mengecewakan.

Data yang dirilis dari Institute for Supply Management (ISM) pada Jumat menunjukkan bahwa PMI Manufaktur AS turun menjadi 47,8 pada bulan Februari dari 49,1 pada pembacaan sebelumnya.

Angka tersebut mencatatkan angka 16 bulan berturut-turut yang tetap berada di bawah 50, yang mengindikasikan adanya kontraksi di sektor manufaktur.

Rilis data PMI Manufaktur yang suram memberikan tekanan pada dolar AS ke level 103,80 dan ke depannya akan dapat memberikan angin segar pada kinerja rupiah.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin tergelincir ke level Rp15.723 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.696 per dolar AS./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...